Saturday, July 31, 2010
Tuesday, July 6, 2010
Pecel Terong Bakar
Description:
Masak lagi yuk ...
Kali ini suami pengen dimasakin terong, tapi tidak mau terong balado (udah bosan kali ya, krn di rumah mama suka bikin.. maklum padang). Untung nemu resep ini dari majalah Sedap-edisi pemula. Pas dicoba ... ternyata enak , cocok buat lauk pendamping nasi merah. Maklum, di Bandung kita selalu konsumsi nasi merah dan harus mencari lauk2 yang cocok supaya nasi merah nya bisa diterima lidah :-p
Ingredients:
Bahan :
3 buah terong ungu, belah dua memanjang (aku belah tiga)
1 sendok teh garam
1 sendok makan minyak goreng, untuk mengoles
Bumbu Sambal :
10 buah mata petai, belah dua
1 lembar daun salam
1 sendok makan air asam, dari 1/2 sdt asam jawa dan 2 sendok air (kemarin pakai air jeruk nipis)
1 sendok teh garam
2 sendok teh gula merah sisir
25 gr teri nasi goreng, untuk taburan
2 sendok makan bawang merah goreng, untuk taburan
5 sendok makan minyak goreng, untuk menumis
Bumbu Tumbuk Halus :
6 buah cabai merah keriting (kemarin 10 buah)
2 buah cabai merah besar, buang biji nya (kemarin tidak pakai)
5 buah cabai rawit merah
4 butir bawang merah
Directions:
1. Lumuri terong dengan garam
2. Bakar terong sambil dioles minyak sampai kecoklatan. Angkat
3. Tumis bumbu halus dengan daun salam sampai harum. Masukkan petai. Tumis sampai layu
4. Tambahkan air asam, garam dan gula merah sisir. Aduk rata
5. Sajikan terung bersama sambalnya, taburan teri nasi dan bawang merah goreng
Thursday, June 3, 2010
Monday, May 3, 2010
Ya Allah, jika memang ini jalanMu sehingga hamba bisa berkumpul bersama suami hamba guna membentuk keluarga SAMARA, maka hamba mohon berilah kemudahan. Namun jika tidak maka berilah petunjuk dan jalan keluar yg terbaik bagi hamba dan suami hamba.. Amin.. (Dilema krn baru saja mendapat tawaran kerja di Bandung dan lsg interview lewat telepon dgn salah satu pemegang saham nya)
Tuesday, April 27, 2010
1st Experience with Obgyn
Sebenar nya sudah lama aku niat periksa ke Obgyn, apalagi setelah melihat postingan teman2 yang akhirnya membuat kita yang sebelum nya santai ttg keturunan berfikir tidak ada salah nya mencoba periksa sebagai salah satu ikhtiar kita.
Tapi ... dikarenakan aa ingin istri nya mendapatkan yang terbaik, selalu saja ada halangan, dikarenakan :
Tapi ... dikarenakan aa ingin istri nya mendapatkan yang terbaik, selalu saja ada halangan, dikarenakan :
- Aa ingin mendampingi ketika aku periksa (yg notabene hanya bisa hari Sabtu sore, dan itupun ketika berada di Bandung, krn kalau di Jkt baru dtg Sabtu malam)
- Aa ingin dokter perempuan, dan walaupun tidak pernah punya pengalaman (ya iya lah..
) dari referensi sdr dan teman2 juga kebetulan prnh melihat dokter itu ketika membesuk slh satu sdr nya... dia ingin kita periksa ke salah satu dr. SpOG perempuan di Bdg (ada bbrp Wkers yg tau cerita gimana kita hunting itu dokter dan hasil nya Nihil)
Akhirnya... kita sepakat untuk ke dokter manapun yang penting dokter nya perempuan. Sempat mendapat rekomendasi dr Hanni untuk periksa di dokter langganan nya, tp walaupun kemarin aku cuti ternyata Senin malam (jadwal dokternya) bersamaan dengan waktu nya si aa ngaji.
Akhirnya hari Sabtu (24 April 2010) kemarin, pergilah kita ke RSIA Hermina Pasteur dan memilih Dr. Indri Budiarti, SpOG yang kebetulan praktik pada jam kita datang juga antrian nya tdk terlalu lama.
- Aa ingin dokter perempuan, dan walaupun tidak pernah punya pengalaman (ya iya lah..
Akhirnya... kita sepakat untuk ke dokter manapun yang penting dokter nya perempuan. Sempat mendapat rekomendasi dr Hanni untuk periksa di dokter langganan nya, tp walaupun kemarin aku cuti ternyata Senin malam (jadwal dokternya) bersamaan dengan waktu nya si aa ngaji.
Akhirnya hari Sabtu (24 April 2010) kemarin, pergilah kita ke RSIA Hermina Pasteur dan memilih Dr. Indri Budiarti, SpOG yang kebetulan praktik pada jam kita datang juga antrian nya tdk terlalu lama.
Masuk ke ruang praktik, dokter Indri bertanya maksud dan tujuan kita periksa. Sesudah nya bertanya HPHT, ada keluhan atau tidak selama haid, dan sering keputihan atau tidak. Dikarenakan jadwal haid aku teratur, tidak ada keluhan nyeri hebat, dll selama haid, juga keputihan yg kadang2 terjadi ketika akan haid, maka beliau bilang kondisi aku baik2 aja. Tapi... setelah kita bilang kalau kita LDR, baru dokter Indri bilang mungkin itu penyebabnya
.
Dibalik gaya nya yg cuek dan cara bicara nya yg cepat (sampai buat si aa bengong ) yg bikin kita tenang adalah ketika beliau bilang bahwa selain umur pernikahan kita yang masih dibawah 1 thn juga beliau bilang... jika ibu dan bapak berkeinginan utk memiliki keturunan, sebenarnya bisa saja saya kirim ibu ke Dokter Spesialis Fertilisasi disini untuk Program, tapi saya kog lebih suka pasangan suami istri untuk menjalani proses alami saja , karena selain membutuhkan biaya yg tidak sedikit, program itu sangat repot dan (menurutnya) menyakitkan.. salah satu nya ibu harus mensuntik diri nya sendiri setiap hari
dan yang pasti semua nya itu belum pasti berhasil kalau tidak ada kuasaNya 
Akhirnya beliau menerangkan tentang proses kehamilan alami , cara menghitung masa subur dan cara mempelajari suhu basal, dimana pengukuran yg terbaik dilakukan ketika bangun tidur, tubuh tidak bergerak sama sekali dan pengukuran akurat dilakukan melalui oral. Untung sudah mengerti sedikit2.. kalau ga bingung krn nerangin nya cepat bgt..
dan aku hanya bertanya tentang hal yg belum aku mengerti saja.
Selain itu beliau juga menyarankan, kalau misal nya tanda2 masa subur sudah didapat, kita harus mengusahakan untuk bertemu dan melakukan hubungan suami istri.. (ini yang susah ya... tp mdh2an selalu ada jalanNya).
Setelah itu beliau mempersilahkan aku untuk melakukan USG. Dijelaskan posisi rahim ku , ketebalan rahim nya (tenyata sedang masa subur), tidak terlihat ada nya kista dsb, yang berarti semua nya bagus
Akhirnya beliau menerangkan tentang proses kehamilan alami , cara menghitung masa subur dan cara mempelajari suhu basal, dimana pengukuran yg terbaik dilakukan ketika bangun tidur, tubuh tidak bergerak sama sekali dan pengukuran akurat dilakukan melalui oral. Untung sudah mengerti sedikit2.. kalau ga bingung krn nerangin nya cepat bgt..
Selain itu beliau juga menyarankan, kalau misal nya tanda2 masa subur sudah didapat, kita harus mengusahakan untuk bertemu dan melakukan hubungan suami istri.. (ini yang susah ya... tp mdh2an selalu ada jalanNya).
Setelah itu beliau mempersilahkan aku untuk melakukan USG. Dijelaskan posisi rahim ku , ketebalan rahim nya (tenyata sedang masa subur), tidak terlihat ada nya kista dsb, yang berarti semua nya bagus
So far.. dengan mengesampingkan kekurangan nya yaitu gayanya yg cuek dan nada bicara nya yg cepat, kita puas dengan penjelasan nya yang menyarankan untuk melakukan semua proses secara alami, juga beliau tidak komersil dimana tidak membekali kita dgn obat2an dan vitamin2 yg belum perlu kita konsumsi. Menurut beliau lbh baik kita menjaga asupan makanan yg kita konsumsi saja dengan kata lain memperbanyak konsumsi makanan yg mengandung vitamin E, tidak stress, aku nya jgn terlalu capek dan yang tidak boleh ketinggalan... kita berdua harus BERDOA.
Keluar dari ruang praktik, pasti harus langsung ke kasir donk.. Jadi ini aku share biaya konsul dan USG di RSIA Hermina, Pasteur :
- Biaya Pendaftaran Rp. 1.500,-- Konsul Dokter Rp. 100.000,-
- USG Rp. 25.000,-
Total Rp. 126.500,-
Dan yang pasti.... sekarang punya sahabat baru yg mendampingi aku tidur
DIGITAL THERMOMETER
Ya.. sesudahnya aa langsung membelikan digital thermometer untuk mengukur suhu basal tubuh ku.
Hari pertama... bangun tidur langsung raih thermometer
Hari kedua ... masih langsung raih thermometer
Hari ketiga ... LUPA ... bangun tidur mlh lsg ngobrol2 sm si aa
Monday, April 12, 2010
Pria yang menikahiku tidak lah semulia Muhammad, tidak setaqwa Ibrahim ataupun setabah Ayub, tidak segagah Musa apalagi setampan Yusuf. Justru dia adalah laki2 akhir zaman yg Insya Allah bisa menjadi imam bagi ku dan keluarga ku kelak nanti , memiliki cita2 membangun keluarga SAMARA dan memiliki keturunan yg sholeh/sholeha ^_^
Wednesday, March 24, 2010
Ujian Kenaikan Tingkat Seorang Bakul Kue
Sudah dari awal tahun 2010 ini aku memulai Dapur Rayya, yang selain untuk mengisi waktu luang juga sebagai tempat belajar bagi diriku untuk bisa memanjakan lidah suami dan keluarga.
Dalam waktu hampir 3 bulan ini banyak suka cita yang aku dapatkan, kemampuan ku dalam hal masak memasak bertambah, sahabat2 baru dari milist NCC (tempat ku belajar selama ini) maupun customer2 yang tidak aku kenal sebelumnya.
Dan... untuk kali ini aku mendapat pelajaran yang sangat berharga baik untuk diriku pribadi, diriku sebagai seorang penjual, maupun diriku sebagai seorang istri.
Berawal dari postingan status ku di salah satu situs pertemanan, dimana aku menulis bahwa salah satu resepku dimuat dimajalah wanita.
Disusul dengan komentar2 dari teman2 ku dimana salah satu nya bertanya apakah dia bisa pesan ? yang tentu saja aku persilahkan dan memberi tahu supaya melihat blog ku sehingga bisa melihat contoh2 kue yang sudah aku buat. Tidak lupa aku beritahu bahwa untuk setiap pengiriman akan dikenakan ongkos kirim. Trs dia komentar .. ke xxx kog pake ongkir, piye tho ? ... langsung aku balas klu kiriman pakai kurir khusus kue dan aku sendiri masih bekerja. Juga ada komentar dari teman ku yg lain menjelaskan kalau untuk wilayah Jakarta saja kena ongkir apalagi diluar Jakarta. Eh.. tiba2 dia komentar lagi.. boleh, tp minta diantar oleh si aa...Wah wah, langsung aku balas kalau Insya Allah bisnis ini serius, jd kalau cuma mau koment iseng lbh baik jgn disini ya. Harap liat sikon nya..
Langsung deh, komentar2 lain bermunculan dari orang2 untuk dirinya yang minta diantar kue nya oleh si aa.
Melihat itu langsung dia posting minta maaf, dan bilang Kalau dia sudah pesan kue kemarin dan minta aku cek email pesanan nya. Selain itu permintaan maaf nya juga ditujukan via sms ke aku n aa (krn dia teman nya aa). Tapi .... selain permintaan maaf nya krn ga bermaksud untuk iseng dan lain sebagainya, juga bilang mungkin aku lagi ga mood atau memang anggap nya beda...
Aku tidak marah atas komentar nya itu. Tapi... aku dan aa sepakat untuk tidak membalas sms nya itu. Karena di sms dia bilang :
- Kalau dia bukan fans nya si aa, trs ada kalimat... hahaha parah tuh temen lo status nya, tp gpp lah dia kan ga tau, its ok.
- Dia n aa teman dekat, amat sering saling menghina dan mencaci, hahaha
Nah... dengan banyak nya kalimat hahaha keluar dari diri nya, seperti nya dia mencari pembelaan diri bahwa apa yg sudah dia lakukan itu (menghina dan mencaci) adalah hal yg wajar, jd kalau kita balas pasti akan makin banyak muncul kalimat hahaha tersebut.
Dan ternyata.. membaca dari situs pertemanan tsb, masih ada kelanjutan dari kejadian ini dimana banyak yang tertawa setelah diceritakan oleh nya bahkan sampai kalimat tidak pantas yang muncul.
Yang pasti melihat kejadian tersebut selain suami ku tercinta, banyak para sahabat yang memberikan semangat supaya aku sebagai Bakul Kue bisa belajar dari kejadian ini. Mereka bilang rezeki tidak akan kemana dan lebih baik orang tersebut didoakan supaya sadar. Bahkan si aa bilang anggap aja ini ujian untuk kenaikan menuju kelas (derajat) yang lebih tinggi lagi ...
Walaupun banyak yang bilang lebih baik aku tidak berteman terlalu dekat dgn teman masa lalu si aa, tp aku merasa yakin bahwa tidak semua teman2 aa seperti itu. Bahkan aku merasa senang karena berarti aku mempunyai banyak saudara. Apalagi dengan adek2 ku di tempat kost aa dulu. Senang rasa nya kalau mendengar mereka berkata : mba aku mau KP, doain ya.. mba aku besok sidang, mba aku lulus....mba aku sudah kerja. Sungguh kebahagiaan yang tidak terkira mendapat saudara2 seperti mereka.
Ya... hikmah yang didapat dari kejadian ini untuk diriku :
1. Aku masih harus banyak belajar untuk bersabar
Apalagi sekarang harus menghadapi customer yang beragam sifatnya.
2. Aku harus berhati2 dalam setiap perkataan dan tulisan
3. Setiap tulisan/perkataan yang aku tulis juga bisa menghormati pasangan (baik dirinya maupun pasangan orang lain).
Si mba tersebut sudah bersuami, begitu pula dengan si aa yang notabene ada istrinya. Jd lebih baik walaupun dia bilang sudah sering mencaci, menghina dan sebagainya, lebih diperhatikan perasaan pasangan masing2.
3. Lebih berhati2 walaupun dalam keseharian ku sering (sudah biasa) saling mencela dengan teman (tapi tidak menghina dan mencaci ya )
Karena sudah dari sebelum menikah aku perhatikan si mba itu sering berkata yang (menurutku) keterlaluan terhadap si aa. Dan si mba itu seorang pendidik yang seharusnya lebih bisa memberi contoh berbahasa yang baik, benar dan santun.
4. Selalu mendoakan baik untuk orang yang sudah menganiaya ku.
5. Kalau ingin curhat /cerita ke orang lain aku harus lebih berhati2 lagi.
Harap diperhatikan dengan siapa kita curhat/cerita. Jangan sampai ternyata orang tempat kita curhat merupakan saudara dari sumber cerita tersebut (karena si mba itu berlaku demikian, dan mudah2an saudara ipar ku bisa menyikapi nya dengan bijak).
Apapun pandangan orang lain terhadap diriku sudah aku anggap angin lalu dan ini menjadi pembelajaran berharga sekali.
Sekarang berusaha agar diriku bisa bersikap seperti tersebut diatas. Dan yang pasti sampai saat ini ... aku tidak pernah menerima email ordernya.
Dalam waktu hampir 3 bulan ini banyak suka cita yang aku dapatkan, kemampuan ku dalam hal masak memasak bertambah, sahabat2 baru dari milist NCC (tempat ku belajar selama ini) maupun customer2 yang tidak aku kenal sebelumnya.
Dan... untuk kali ini aku mendapat pelajaran yang sangat berharga baik untuk diriku pribadi, diriku sebagai seorang penjual, maupun diriku sebagai seorang istri.
Berawal dari postingan status ku di salah satu situs pertemanan, dimana aku menulis bahwa salah satu resepku dimuat dimajalah wanita.
Disusul dengan komentar2 dari teman2 ku dimana salah satu nya bertanya apakah dia bisa pesan ? yang tentu saja aku persilahkan dan memberi tahu supaya melihat blog ku sehingga bisa melihat contoh2 kue yang sudah aku buat. Tidak lupa aku beritahu bahwa untuk setiap pengiriman akan dikenakan ongkos kirim. Trs dia komentar .. ke xxx kog pake ongkir, piye tho ? ... langsung aku balas klu kiriman pakai kurir khusus kue dan aku sendiri masih bekerja. Juga ada komentar dari teman ku yg lain menjelaskan kalau untuk wilayah Jakarta saja kena ongkir apalagi diluar Jakarta. Eh.. tiba2 dia komentar lagi.. boleh, tp minta diantar oleh si aa...Wah wah, langsung aku balas kalau Insya Allah bisnis ini serius, jd kalau cuma mau koment iseng lbh baik jgn disini ya. Harap liat sikon nya..
Langsung deh, komentar2 lain bermunculan dari orang2 untuk dirinya yang minta diantar kue nya oleh si aa.
Melihat itu langsung dia posting minta maaf, dan bilang Kalau dia sudah pesan kue kemarin dan minta aku cek email pesanan nya. Selain itu permintaan maaf nya juga ditujukan via sms ke aku n aa (krn dia teman nya aa). Tapi .... selain permintaan maaf nya krn ga bermaksud untuk iseng dan lain sebagainya, juga bilang mungkin aku lagi ga mood atau memang anggap nya beda...
Aku tidak marah atas komentar nya itu. Tapi... aku dan aa sepakat untuk tidak membalas sms nya itu. Karena di sms dia bilang :
- Kalau dia bukan fans nya si aa, trs ada kalimat... hahaha parah tuh temen lo status nya, tp gpp lah dia kan ga tau, its ok.
- Dia n aa teman dekat, amat sering saling menghina dan mencaci, hahaha
Nah... dengan banyak nya kalimat hahaha keluar dari diri nya, seperti nya dia mencari pembelaan diri bahwa apa yg sudah dia lakukan itu (menghina dan mencaci) adalah hal yg wajar, jd kalau kita balas pasti akan makin banyak muncul kalimat hahaha tersebut.
Dan ternyata.. membaca dari situs pertemanan tsb, masih ada kelanjutan dari kejadian ini dimana banyak yang tertawa setelah diceritakan oleh nya bahkan sampai kalimat tidak pantas yang muncul.
Yang pasti melihat kejadian tersebut selain suami ku tercinta, banyak para sahabat yang memberikan semangat supaya aku sebagai Bakul Kue bisa belajar dari kejadian ini. Mereka bilang rezeki tidak akan kemana dan lebih baik orang tersebut didoakan supaya sadar. Bahkan si aa bilang anggap aja ini ujian untuk kenaikan menuju kelas (derajat) yang lebih tinggi lagi ...
Walaupun banyak yang bilang lebih baik aku tidak berteman terlalu dekat dgn teman masa lalu si aa, tp aku merasa yakin bahwa tidak semua teman2 aa seperti itu. Bahkan aku merasa senang karena berarti aku mempunyai banyak saudara. Apalagi dengan adek2 ku di tempat kost aa dulu. Senang rasa nya kalau mendengar mereka berkata : mba aku mau KP, doain ya.. mba aku besok sidang, mba aku lulus....mba aku sudah kerja. Sungguh kebahagiaan yang tidak terkira mendapat saudara2 seperti mereka.
Ya... hikmah yang didapat dari kejadian ini untuk diriku :
1. Aku masih harus banyak belajar untuk bersabar
Apalagi sekarang harus menghadapi customer yang beragam sifatnya.
2. Aku harus berhati2 dalam setiap perkataan dan tulisan
3. Setiap tulisan/perkataan yang aku tulis juga bisa menghormati pasangan (baik dirinya maupun pasangan orang lain).
Si mba tersebut sudah bersuami, begitu pula dengan si aa yang notabene ada istrinya. Jd lebih baik walaupun dia bilang sudah sering mencaci, menghina dan sebagainya, lebih diperhatikan perasaan pasangan masing2.
3. Lebih berhati2 walaupun dalam keseharian ku sering (sudah biasa) saling mencela dengan teman (tapi tidak menghina dan mencaci ya )
Karena sudah dari sebelum menikah aku perhatikan si mba itu sering berkata yang (menurutku) keterlaluan terhadap si aa. Dan si mba itu seorang pendidik yang seharusnya lebih bisa memberi contoh berbahasa yang baik, benar dan santun.
4. Selalu mendoakan baik untuk orang yang sudah menganiaya ku.
5. Kalau ingin curhat /cerita ke orang lain aku harus lebih berhati2 lagi.
Harap diperhatikan dengan siapa kita curhat/cerita. Jangan sampai ternyata orang tempat kita curhat merupakan saudara dari sumber cerita tersebut (karena si mba itu berlaku demikian, dan mudah2an saudara ipar ku bisa menyikapi nya dengan bijak).
Apapun pandangan orang lain terhadap diriku sudah aku anggap angin lalu dan ini menjadi pembelajaran berharga sekali.
Sekarang berusaha agar diriku bisa bersikap seperti tersebut diatas. Dan yang pasti sampai saat ini ... aku tidak pernah menerima email ordernya.
Subscribe to:
Posts (Atom)