Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Wednesday, November 23, 2011

Tuan Rumah Arisan

Akhirnya .. ,merasakan juga menjadi tuan rumah arisan
Setelah 3 bulan tinggal di kompleks perumahan, aku diajak untuk ikut arisan ibu2 di blok tempatku tinggal. Walaupun ketika itu arisan sudah berlangsung beberapa bulan, namun atas saran yang lainnya akhirnya aku ikut juga dengan catatan apabila nama ku yang keluar maka akan dihitung proporsional .. xixi .. kalau dihitung full nanti bisa tekor bendahara nya

Sebenarnya sudah 2x nama ku keluar, namun karena agak ga enak juga  baru ikutan kog sudah langsung dapat - maklum, kalau pas bagian ngocok kan banyak ibu2 langsung ramai, berharap dirinya yang dapat - maka akhirnya aku minta dilewatkan dulu saja. Lagipula karena setiap arisan akan dikocok untuk 2 orang, nah aku merasa (saat itu) masih belum akrab dengan ibu2 yang akan jadi partner tuan rumah arisan

Sebenarnya pengen juga bisa seperti mama, yang setiap ada acara dirumah selalu memasak sendiri menu utama nya , apalagi pengen juga kan memperlihatkan hasil2 karya memasak ku (yang selalu masih pake resep ) juga kue2 buatanku. Yah .. hitung2 numpang promosi Dapur Rayya .. xixi

Namun apa daya, ternyata kondisi kali ini masih belum memungkinkan untuk hal seperti itu, ditambah partner arisan ku  (sebut aja UMI) juga sedang hamil dengan umur kehamilan yang hampir sama plus dengan seluruh kenikmatan hamil muda yang sama pula ...

Belum lagi ketika aku main kerumah Umi untuk membahas segala sesuatu nya (maklum di rumahku blm ada piring, gelas, sendok dan garpu yang cukup untuk arisan)  tiba2 dia bilang kalau si bibi ART nya yang baru 2 hari kerja tiba2 sudah minta pulang dan suami nya yang memang kerja di kota lain tidak bisa pulang untuk minggu ini... langsung deh kebayang kerepotan dia krn sudah punya 2 orang anak yang masih kecil.

Jadi ... dengan terpaksa lah untuk kali ini kita sepakat memilih menu utama yang simple aja alias Bakwan Malang, itupun juga pesan ke orang lain ... Urusan snack ? Niat mau buat sendiri minimal 2 macam, tapi itupun ternyata tidak bisa kulakukan. Hanya satu macam kue saja yang sanggup kubuat, sedangkan sisa nya ... terpaksalah sesudah subuh
berdua dengan si aa dengan balutan jaket tebal meluncur kedaerah Buah Batu untuk membeli di Bursa Kue Subuh.

Urusan selesai ? .. sudah pasti belum. Karena malam sebelumnya rumah ku tiba2 kedatangan beberapa orang teman di Jakarta dan akhirnya menginap di rumah, jadilah aku juga harus membagi waktu untuk mereka. Apalagi karena sudah lama tidak bertemu dan juga kangen juga dengan cerita2 mereka di Jakarta ... Hiks, pdhl baru 3 bulan aku tidak ke Jakarta ..  Jadi dengan terpaksa aku bilang ke Umi tidak bisa bantu beres2 mempersiapkan rumahnya, karena  harus membawa teman2ku ke Pasar Kaget Metro untuk cari sarapan alias tuan rumah ga mau repot (untungnya snack yang aku buat sendiri sangat banyak sehingga bisa untuk camilan tamu2 ku juga)

Pulang dari Metro langsung aku buru2 merebus bihun yang akan menjadi tambahan menu Bakwan Malang, antar ke rumah Umi dan bantu2 dikit menyiapkan hidangan. Sesudahnya pamit pulang lagi untuk mandi krn waktu untuk arisan segera tiba.

Alhasil di tengah2 arisan aku dan Umi agak sedikit 'teler' karena kelelahan. Namun kita lega juga karena semua nya lancar. Bahkan akhirnya kita berdua bisa membuat peserta arisannya terbahak2 ketika mereka tanya Bakwan Malangnya enak, siapa nih yang buat ? kita jawab ... ya kita berdua lah, ga lihat apa sampai perutnya buncit begini .. ha ha ha .. padahal mah itu boleh pesan

Sayangnya ... moment pertama ini ga sempat ke foto - minimal makanan nya lah, karena selain karena dalam kondiri lelah juga agak malu juga kalau dibilang kog arisan begini aja difoto ... he he .. maklum, ibu2 disini bukan yang gila pose

Wednesday, August 24, 2011

(Ikhtiar) Rehat Sejenak Namun Tetap Berikhtiar

Bulan Juni pun tiba ... dan ternyata mens ku tetap datang
Ga masalah, tetap semangat

Apalagi bulan Juni bener2 membuat hari2 berdua kita penuh dengan keceriaan alias rumah kita selalu ramai karena silih berganti keluarga datang berkunjung dan menginap.

Pertama ... Kedatangan ponakan ku dan temannya yang akan mengikuti SNMPTN dan Ujian Ketrampilan di Bandung. Sampai2 setelah selesai ujian aku menahan ponakan ku  beberapa hari agar dia tidak langsung ke Jakarta (tempat ortu ku alias kakek n neneknya)

Kedua ... Tidak berapa lama rumahku kedatangan ponakan ku yang lain yaitu Raisa disertai kedua orangtuaku. Kalau yang ini bener2 bikin senang sekaligus terharu. Kog terharu ? pasti nya krn melihat aa setiap pulang kerja pasti yang dicari Raisa, trs langsung main2 berdua. Raisa pun begitu.. kalau sudah sore pasti dia lsg tanya2 "Ayah kog belum pulang"

Ketiga ... Sehari sebelum Raisa dan ortu ku pulang, datanglah mertua beserta kakak ipar dan anaknya. Bisa dibayangkan betapa ramai nya rumah (kontrakan) kecil kita. Dan yang pasti juga kebahagiaan bertambah.

Dan dibulan Juni pula kita memutuskan untuk istirahat sejenak dari Obgyn, selain karena sedang merasa jenuh juga sayang melewatkan moment2 istimewa bersama keluarga.

Tapi yang pasti kita tetap terus melakukan ikhtiar namun kali ini pilih cara2 alamiah aja, diantara nya :
- Masih tetap rutin minum Juice 3 Diva (campuran wortel, tomat dan apel malang)
- Minum air kelapa ijo setiap 3 hari sekali
- Minum minyak ikan

Pokoknya tetap semangat deh. Kalau salah satu dari kita berdua bosen, langsung deh saling kasih semangat .. Soalnya bayangin aja, tiap buka kulkas liat tumpukan wortel, tomat, apel. Trs liat ke tempat lain ada botol minyak ikan. Gimana ga bikin 'eneg' tuh

Tapi ... namanya juga Ikhtiar, jadi ya harus terus dijalanin kan

Sunday, August 21, 2011

(Ikhtiar) 3rd Experience with Obgyn

Lanjutan dari sini ..

Akhirnya pada bulan Mei 2011 aku mens tanggal 15. Karena jatuhnya pada hari Minggu jadi baru bisa kontrol lagi hari Senin keesokan harinya. Ternyata oh ternyata .. krn pemerintah tiba2 membuat pengumuman cuti bersama karena Harpitnas (Hari Kejepit Nasional) maka dr. Anita tiba2 membatalkan jadwal prakteknya .. hiks pdhl udah jauh2 datang kesana.

Mau konsult ke dokter lain tapi kog ragu2, sdgkan  kalau konsult hari Rabu (jadwal praktek selanjutnya) berarti sudah H+4. Untungnya pihak Hermina memberikan jalan keluar dgn menghubungi asisten pribadi dr. Anita dan menanyakan b
agaimana dgn pemeriksaan aku ? apakah kalau H+4 juga bisa tetap dilaksanakan.

Suster Ade selaku asisten pribadi dr. Anita akhirnya m
eminta no telepon ku dan berjanji akan memberitahu setelah dia menghubungi dr. Anita. Dan jawabannya aku diminta datang hari Rabu juga hasil pemeriksaan nantinya akan sama dgn H+1.

Rabu 18 Mei 2011, aku dan aa kembali datang men
emui dr. Anita. Sebelumnya beliau malah meminta maaf karena hari Senin tidak dapat praktek ... nice doctor


Pemeriksaan seperti biasa, tanya jawab seputar menstruasi dan dilanjutkan dengan USG yang hasilnya ..


Alhamdulillah... rahimku bersih dengan kata lain tidak terlihat adanya kista yang sebelumnya dikhawatirkan.

Selesai pemeriksaan, dr. Anita memberikan resep tambahan berupa obat penyubur dan antioksidan yang harus aku minum sambil berkata ... Mdh2an setelah diberikan obat ini bisa langsung hamil ya bu
Bahkan ketika aku tanya "Kalau ternyata bulan depan saya tetap mens bagaimana dokter ?" Jawabnya ... Mudah2an ga ya bu, jadi kontrol selanjutnya kita berharap sudah hamil.  Bener2 dokter yang baik ya ..

Dan total biaya yang harus dikeluarkan adalah :
~ Konsult Dokter                     Rp. 165.000,-
~ USG 2D + Print                     Rp.   55.000,-
~ Profertil Tablet                    Rp.   78.650,-
~ Seloxy Capsul (antioksidan)  Rp.   89.600,-
       Total biaya                      Rp. 388.250,-


Tuesday, August 16, 2011

(Ikhtiar) 2nd Experience with Obgyn

Setelah selesai urusan pindahan dan beristirahat sejenak. Akhirnya kita putuskan untuk mulai berikhtiar kembali setelah 1 tahun lebih vakum bertemu dgn Obgyn (baca disini).

6 Mei 2011 kita datang kembali ke RSIA Hermina Pasteur dan dokter yang kita tuju adalah dr. Anita Deborah Anwar SpOg . Kenapa pilih dia ? sebenarnya itu pilihan aa dari tahun kemarin karena selain rekomendasi dari adek ipar dan keluarganya, juga  pernah bertemu dan melihat
cara kerjanya ketika membesuk kerabat yang baru saja melahirkan.

Ketika masuk ruangan pertama kali, langsung disapa dengan kalimat salam dan pertanyaan pembuka kenapa kita datang menemuinya. Setelah kita
sampaikan maksud dan tujuan  kesana, beliau langsung menginterview riwayat pernikahan  dan kesehatan kita.

Lucunya ketika tahu kita berdomisili di Gedebage yang notabene harus menempuh perjuangan untuk sampai di Pasteur, beliau langsung heran dan berkata  : memangnya disana tidak ada obgyn ya  ? .. ha ha ha .. ga tau aja kalau dia dokter idolanya si aa.

Sesudahnya beliau langsung minta aku naik ke tempat tidur
untuk pemeriksaan USG. Namun .. muncul adanya kecurigaan krn rahimku susah terdeteksi dilayar monitor. Setelah dilakukan pembesaran yang maksimal akhirnya bisa terdeteksi juga.


Walaupun dr. Anita mengkhawatirkan adanya kista yang menutupi rahimku, namun beliau juga pintar membesarkan hati pasiennya. Setelah melihat raut muka khawatir aku dan aa, beliau malah mengatakan "Mdh2an ini hanya penebalan dinding rahim krn mau menstruasi ya ? jadi nanti kita USG lagi ketika mens H+1, mdh2an sudah luruh ..

Sungguh jawaban yang benar2 menenangkan hati kita berdua, karena setiap pertanyaan kekhawatiran yang kita sampaikan selalu beliau tepis dan mengatakan mudah2an bukan ya. Bahkan ketika aa selaku suami bertanya "Apakah saya bisa langsung test sperma dsb dok ? Jawabnya ... belum perlu, kita usahakan dulu ibu nya ya Pak, mudah2an langsung berhasil

Benar2 deh kita tidak menyesal datang ke dr. Anita karena selain ramah beliau juga komunikatif serta tidak langsung mendjuge pasien dengan suatu penyakit (tidak seperti Obgyn sebelumnya yang kita temui).

Yang disayangkan hanyalah tarif nya yang luar biasa  karena beliau praktek di Klinik Eksekutif RSIA Hermina  yang kalau dilihat perbedaan dengan Klinik lainnya disana hanyalah ruang praktek yang lebih mewah serta  pasien mendapat fasilitas snack dan all you can drink (teh/juice) yang sebenernya menurut ku tidak perlu (kan kalau tanpa snack & minum bisa lebih murah )

Selesai konsultasi, aku diresepkan satu macam vitamin E 400 IU (umumnya begitu ya kalau mau program). Dan ... inilah total kerusakan dompet yang harus dikeluarkan :

~ Konsultasi Dokter  :  Rp. 165.000,-
~ USG 2D + Print      :  Rp.   55.000,-
~ Vit E (Eturol)         :  Rp. 100.000,-
     T o t a l              :  Rp.  320.000,-

Sekian kunjungan kedua kita di Obgyn dan mdh2an sharingnya bermanfaat untuk semuanya

(Nanti cerita nya bersambung ya .. )

Monday, August 1, 2011

Our 2nd Wedding Anniversary



Dua tahun lalu
Saat cinta terpaut sakral
Menuai nikmat yang sebelumnya terbelenggu

Baru dua tahun
Masih banyak anak tangga yang harus kita naiki
Dan semua itu tidak akan sanggup kujalani sendiri

Berbekal semangat, doa dan cinta
Kita akan terus meniti
Dalam suka yang penuh canda tawa
Dalam duka yang terkadang berlinang air mata

Ya Rab ... Ulurkanlah tanganMu
Tuntun kami menuju kehidupan terbaik bagi kami
Kehidupan yang selalu berada dalam RidhoMu ... Amin

1 Agustus 2009 - 1 Agustus 2011

Our 1st Wedding Anniversary bisa dilihat
disini ..
Kue nya jg buatan sendiri loh ... bisa dilihat disini ya *promosi.com*

Note :
Mohon maaf jika ada yg merasa menciptakan puisi seperti tsb diatas, krn seingat saya diambil dari berbagai sumber untuk kemudian saya revisi


Tuesday, May 24, 2011

Bersabarlah Wahai Para Ibu dan Bakal Calon Ibu


Akhir-akhir ini aku sering mendapati status para sahabat disalah satu jejaring sosial tentang keluhan mereka dalam menghadapi kehamilan trisemester pertama. Bahkan ada yang berkata cukup hanya satu kali ini aja alias tidak bersedia hamil kembali karena merasa tidak sanggup menjalaninya. Menyalahkan berbagai pihak karena dianggap tidak ada yang bisa mengerti dan bertoleransi akan keadaan dirinya saat ini (padahal yang comment sebagian besar para wanita yang sdh mempunyai anak). Dan ketika yang berkomentar mengatakan untuk bersabar dan mensyukuri atas rezeki yang diterimanya, dijawab dengan kalimat yang agak 'sengit' kalau mereka semua tidak merasakan apa yang dia alami, kalau tidak seperti itu juga dia tidak akan mengeluh.

Begitu juga dengan sahabatku para ibu yang saat ini dikaruniai anak yang sedang aktif2nya. Mereka menulis status tentang bagaimana mereka menginginkan waktu yang lebih dari 24 jam, mengeluh tentang susahnya anak untuk diajak tidur  ketika sudah tiba waktunya, mengeluh karena kehabisan akal agar supaya anaknya mau makan.

Tapi ketahuilah sahabat, jika kalian mengetahui bagaimana perjuangan kami yang belum dikaruniai keturunan, maka sudah pasti kalimat bersyukur yang akan keluar dari dalam lubuk hati  karena kalian semua tidak perlu bersusah payah berikhtiar seperti kami.

Ketika datang ke dokter Spesialis Kandungan untuk pertama kali, kalian dengan senang dan semangat menyampaikan tentang keterlamb
atan haid kalian. Sedangkan kami ? ketika dokter menyapa dengan kalimat ' Ada yang bisa saya bantu ?' maka dengan menahan rasa haru kami mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangan kami.

Setiap menatap layar monitor USG, kalian dengan tidak sabar menanti nya karena saat itu merupakan kesempatan kalian berjumpa dengan calon buah hati. Sedangkan kami ? perasaan kadang tidak menentu. Apakah yang akan tampak dilayar nanti ? kondisi rahim yang sehat atau bejolan sejenis kista yang
tampak.

Setiap kunjungan ke dokter dan sebelumnya melakukan pengukuran berat badan, kalian akan merasa senang karena apabila berat badan bertambah (Insya Allah) janin yang ada dalam kandungan juga bertambah berat badannya dan sehat. Sedangkan kami ? ada beberapa dari kami yang mengalami kenaikan berat badan, tapi itu semua karena reaksi dari obat-obat penyubur yang kami minum.

Tahukan kalian, bagaimana kami harus menata hati dan pikiran kami agar tegar ketika berada di ruang tunggu ? Karena mau tidak mau pemandangan yang kami jumpai hanyalah para calon ibu yang hendak memeriksakan kehamilannya, para bayi yang merasa nyaman bahkan tertidur lelap dipangkuan ayah bundanya, juga para balita yang aktif berlari kesana kemari.

Jika melakukan kunjungan kembali ke
dokter Kandungan pada bulan berikutnya ? itu berarti kesempatan untuk mengetahui perkembangan kehamilan kalian. Sedangkan kami ? tidak sedikit dari kami pada akhirnya harus dengan berat hati menyampaikan bahwa haid kami ternyata datang dan itu berarti kami harus siap jasmani, rohani bahkan biaya yang tidak sedikit untuk pemeriksaan dan mengikuti program selanjutnya

Buat sahabatku para ibu, ketahuilah bahwa masa2 perkembangan bayi dan balita  merupakan kesempatan yang sangat berharga. Nikmati dan jalani dengan ikhlas kesempatan kalian merawat buah hati, karena setelah mereka dewasa kalian pasti akan merindukan masa2 tersebut.

Intinya kita harus terus bersyukur dan sabar atas semua yang telah ditakdirkanNya kepada kita semua. Keterlibatan dan
saling mensupport antar anggota keluarga merupakan salah satu jalan terbaik untuk kita semua baik yang sedang menanti buah hati, yang sedang mengurus buah hati dan yang masih terus berikhtiar untuk mendapatkan buah hati.

Karena sesungguhnya kita adalah manusia biasa.


Gedebage, 25 Mei 2011
* Ditulis dalam usia pernikahan *








Dimana aku dan suami (Insya Allah) terus berikhtiar untuk mendapatkan keturunan

Mohon maaf apabila para sahabat ada yang tidak berkenan atas tulisan ini


Thursday, April 28, 2011

Culture Shock di Tempat Kerja



Dari beberapa pengertian Culture Shock yang ada disini, semua pada intinya sama yaitu rangkaian emosional yang dialami seorang individu ketika berada ditempat baru yang berbeda dari tempat sebelumnya (asalnya). CMIIW


Siapa sangka, kepindahan ku ke Bandung ternyata membuatku harus turut merasakan culture shock  bukan dilingkungan tempat tinggal namun di dilingkungan kerja

Sebelumnya, selama 12 tahun (xixi .. ketahuan udah tua) aku mengalami ritme kerja yang kadang-kadang harus berpindah dari satu gedung ke gedung yang lain dikarenakan posisi para pimpinan yang tidak selalu berada ditempat. Juga karena perusahaan menganut sistem struktur SDM yang ramping jadi kita sebagai sumber daya nya dituntut untuk bisa bersikap multitasking. Walaupun begitu kita menganggapnya sebagai sebuah bentuk kepercayaan dan tantangan, bukan sebagai beban.

Sedang disini ... aku harus duduk manis di kantor dan  karena jenis usaha  public service yang menuntut ketelitian sehingga struktur SDM nya lebih komplit dan terstruktur.

Karena stuktur  yg lebih  komplit dan rantai pekerjaan yang berhubungan satu dengan yang lain  berakibat adanya jeda/waktu luang yang sangat panjang  untuk bisa sampai pada tugasku, juga cara kerja yang sangat jauh berbeda sehingga tahap krisis pun muncul yaitu rasa marah, jenuh dan mengkritik sistem kerja seperti ini.

Aku mulai membandingkan cara kerja di lingkungan baru dengan tempat lama ku dahulu yang menurutku lebih efisien dan selalu tepat waktu

TIDAK .... keadaanku tidak boleh terus seperti yang diuraikan disini .. Aku harus bisa mengatasi mengatasi semua ini. Aku tidak mau mengorbankan tubuhku sendiri .

Akhirnya aku memilih cara ku sendiri utk mengatasi hal ini 

  1.  BERSYUKUR kepada Allah SWT ...Disaat masih banyaknya pengangguran,  aku masih mempunyai pekerjaan sehingga  bisa terus membiayai semua amanah yang dititipkan kepadaku. Alhamdulillah. Walaupun memang tidak seperti di Jakarta krn adanya perbedaan UMK, namun Insya Allah aku bahagia karena saat ini bisa mendampingi suami ku. Jalan keluarnya mungkin harus lebih giat promosi Dapur Rayya  ( loh kog malah promosi.com)
  2. Sharing dengan orang terdekat. Dalam hal ini suami ku (makasih ya a' .. terlalu sering direpotkan istrinya, karena dibalik ketegarannya tetap saja seorang manusia biasa alias cengeng  )
  3. Membangun zona stabilitas. Alhamdulillah disini fasilitas internet sangat memuaskan, jadi aku bisa browsing segala macam resep yang aku mau, browsing tentang tips2 dan cara membuat kue, melihat cara  mendekorasi kue dari youtube.  Pokoknya berusaha memuaskan keingintahuanku tentang Baking.
  4. Berdamai alias kalau ada beberapa hal yang memang harus diperbaiki sistemnya aku coba utarakan langsung kepada GM disini,  tentu saja tidak serta merta bisa langsung diperbaiki dan bahkan diterapkan. Namun setidaknya, uneg2 ku bisa keluar. Dan Alhamdulillah akhirnya aku bisa bertukar pikiran, pengalaman dan ilmu dengan beliau.


~ Gedebage 28 April 2011~
berusaha menulis disaat menunggu pekerjaan datang

Gambar diambil dari sini ...

Monday, April 11, 2011

Undangan Yang Membuat Bingung



Berawal dari pulang kerja aku mendapati sebuah undangan yang diselipkan dibawah pintu. Ketika dilihat ternyata undangan pernikahan dari tetangga yang tinggal di blok lain.

Berhubung belum mengenal semuanya kecuali tetangga terdekat (itupun jarang bertemu karena kesibukan masing2), maka setiap akan pergi belanja sayuran aku mencoba mencari letak rumahnya. Ternyata, letaknya dirumah tempat aku suka membeli sayur mayur. Akhirnya aku coba bertanya kepada mba penjual sayur dan memang benar. Dikarenakan si mba tukang sayur hanya menyewa lahan di garasi rumah itu, maka aku menghapal satu persatu orang yang keluar dari rumah tersebut dgn harapan ktk datang  resepsi bisa memperkenalkan diri.

Tibalah saatnya menghadiri undangan, walaupun sebenarnya masih ragu untuk datang karena melihat kog tetangga kiri dan depan malah pergi. Wah bisa2 nanti kita bengong karena tdk ada yang dikenal.

Tunggu punya tunggu akhirnya ketika siang hari kita melihat ada beberapa orang (yang belum kita kenal) lewat depan rumah mau datang ke pernikahan, maka kita memutuskan untuk datang selain untuk menghormati juga dengan harapan siapa tau bisa kenalan dengan tetangga yang lain plus membuka silaturahim.

Sebelumnya juga aa sudah berencana nanti ketika bersalaman akan memperkenalkan diri. Namun ketika kita sampai disana, malah membuat bingung karena selain tidak ada satupun tetangga terdekat juga karena aku bingung kog wajah orang tua nya pengantinnya tidak familiar dengan yang aku lihat ketika berbelanja. Salahnya lagi, ketika dipersilahkan makan aku tidak bertanya kepada yang bertugas yang mana tuan rumahnya 

Walhasil, akhirnya kita merasa seperti masuk ke undangan yang salah dan itu merupakan undangan tercepat yang pernah kita datangi.


Friday, April 1, 2011

Ketika Anggota Badan Terluka :-(


Setelah
episode packing selesai  maka keinginan membuka kembali Dapur Rayya langsung muncul setelah aku melihat semua baking tools.

Weekend pun tiba, dan tanpa basa basi langsung bermain2 dengan tepung, telur, dark cherry, whipcream dll. Namun ketika finishing, timbul ide  men
dekor dengan coklat yang di iris dengan serutan wortel/kentang *yang warna orange itu loch*, sekalian untuk uji coba karena belum pernah dipakai.

Sudah tahu sebelumnya kalau menghandle coklat di daerah dingin berbeda dengan di Jakarta. Namun entah mengapa melihat hasil serutan yang tidak sesuai (krn coklatnya mengeras) membuatku tambah penasaran ingin coba dan coba lagi. Tiba-tiba ...... tanpa sadar aku melihat darah mengalir dari ibu jari  kanan ku ... yang arti
nya turut ke iris

Spontan langsung meninggalkan semua peralatan dan coklat yang berlumuran darah, lari ke tempat cuci piring untuk memb
asuh tangan lalu lari ke kamar untuk mengambil perlengkapan P3K dan berusaha menghentikan pendarahan. Semua aku lakukan sendiri karena kebetulan aa lagi bermain bola.

Pas aa pulang, melihat istrinya terduduk lemas dengan tangan tertutup kapas dan secangkir teh panas di depannya spontan kaget, apalagi ketika aku suruh lihat di bak cuci piring, ternyata (maaf) ada sedikit irisan ibu jari plus kuku di parutan 

Tapi tenang saja, setelah dibalut kain kassa kemudian aa membereskan sisa2 coklat, kita malah lanjut ke pasar untuk belanja mingguan *maklum pasar nya jauh*. Pulang dari pasar, aa b
ilang kalau dia aja yg masak. Berbekal buku2 resep ku jadilah hari itu kita menikmati sayur asam *yg bener2 asam krn asam nya kebanyakan *, ikan goreng dan sambal terasi. 

Istrinya ga mau kalah donk, walau dengan ibu jari yang sangat sakit tetap lanjut mendekor kue alias mensupervisi si aa untuk bantuin. Tarrraaaa ...  jadilah Blacforest yang penuh perjuangan ini *tapi coklatnya sudah diganti yang baru ya*

Akibat jempol tangan kanan terluka akhirnya rumah sedikit berantakan, terutama yg berhubungan dengan cuci mencuci. Di kantor juga tidak bisa menulis dan mengetik komputer tanpa menggunakan jempol. Selama beberapa hari pekerjaan RT dihandle aa, namun lama kelamaan aku yg tidak betah plus kasihan karena sdh kantornya jauh masih harus nerusin pekerjaan rumah. Akhirnya berusaha mencuci piring dengan tangan kiri, memasak selalu dengan ibu jari di angkat (pegel.com). Pokoknya semua fungsi ibu jari digantikan oleh keempat jari lainnya, walaupun pekerjaan menjadi lebih lama.

Dalam masa penyembuhan, tiba2 ada order dari salah satu teman di Bogor yang ingin memberi surprised cupcake untuk kekasihnya di Bandung. Rezeki pantang ditolak walaupun kondisi tangan blm memungkinkan. Karena harus menguleni plastic icing, jadilah tangan dipaksa untuk bekerja. Alhamdulillah akhirnya customer puas walaupun harus ditebus dengan tangan kanan (terutama ibu jari) yang sakit luar biasa selama 2 hari

Disaat seperti ini membuatku tersadar bahwa harus selalu bersyukur karena Allah memberi  nikmat anggota tubuh yang lengkap. Bagaimana tidak, diberi cobaan seperti itu saja membuatku sempat  mengeluh karena sakit juga aktifitasku sedikit terhambat. Untuk itu makanya aku selalu takjub melihat orang yang dikaruniai anggota tubuh tidak lengkap namun semangat beraktifitas bahkan bisa berkarya sampai bisa  memberi penghidupan kepada orang banyak.

Juga mungkin Allah 'menegurku' supaya semakin mendekatkan diri kepadaNya dan bisa berbuat sesuatu yang berguna untuk orang2 disekitarku.

Alhamdulillah, sekarang kondisi ibu jari ku sudah semakin membaik. Namun ... sekarang jadi bingung bagaimana cara memotong kuku nya nanti, karena meninggalkan satu bentuk ukiran 

Thursday, March 10, 2011

Moving n Moving (Again)



Dua kali pindahan ternyata sudah cukup bisa menilai seperti apa karakter diri ku. Walaupun sudah browsing sana sini mengenai tips n triks pindahan, ternyata tidak bisa semuanya aku terapkan alias akhirnya pakai cara ku (plus suami) sendiri.

Pertama kali .. Dari Jakarta ke Bandung
Sebelumnya aku sudah mencicil beberapa pakaian sehari-hari, pakaian kerja dan sepatu. Caranya setiap aku datang ke Bandung, baju-baju yang habis aku pakai tidak dibawa pulang kembali plus bbrp baju yang aku bawa. Begitu juga kalau aa datang ke Jakarta, aku menitip beberapa baju dan beberapa peralatan Rumah Tangga yang sudah aku beli di Jakarta.

Jadi ketika waktunya aku harus pindah, maka beberapa hal yang penting sudah tidak perlu dibawa lagi. Kebetulan ketika pindah pertama kali, kedua orangtua dan adikku sekeluarga ikut juga. Jadinya malah seperti orang yang mau piknik karena memang akhirnya kita jalan2 ke Taman Kupu2 - Cihanjuang.

Karena tidak lama kemudian Tahun Baru 2011, aku berencana ke Jakarta lagi sekalian menikmati masa2 off dari pekerjaan *enak juga ternyata kalau menganggur tapi sudah ada kepastian untuk kerja selanjutnya*. Nah pas ke Jakarta ini aku membawa 2 buah travelbag kosong dan aa (menyusul) dengan 1 buah travel bag kosong, yang sudah pasti ketika balik ke Bandung semua itu akan terisi penuh.

Kedua Kali .. Dari Sarijadi ke Gedebage
Ini dia baru pindah beneran .. Ternyata oh ternyata, setelah dilihat dan diperhatikan, barang2 kita banyak juga. Kalau kata si aa, paviliun kita yang kecil itu jadi sempit ketika istrinya datang  maklum namanya juga Ibu Rumah Tangga ... selain sudah mengumpulkan beberapa macam peralatan ketika di Jakarta, pas di Bandung masih ingin juga untuk nambah.

Kepusingan bertambah ketika harus mulai packing. Aku yang sudah memegang kertas yang berisi tips n triks pindahan ternyata tidak bisa diaplikasikan sepenuhnya. Aku ingin mencicil sedikit demi sedikit barang yang akan dipacking  dan untuk tiap dus aku usahakan barang yang sejenis sehingga mudah untuk memberi label pada tiap dus nya. Namun si aa ternyata juga punya cara dan keinginan sendiri. OK selama itu masih bisa ditolerir maka aku biarkan dengan catatan di label dus nya harus jelas nama2 barang yang dimasukkan. Konsekwensinya, pas hari H tiba, sampai siang hari aku masih harus mempacking beberapa pakaian, barang pecah belah plus membersihkan paviliun sendirian karena aa nya  kerja

Kenapa kog paviliun nya harus dibersihkan pula ? karena memang aku bukan type orang yang bisa keluar/pergi dari rumah dalam keadaan rumah tersebut berantakan. Lagipula aku paling sebal kalau ada orang yang bilang .. rumah kontrakan mah biarin aja kotor, khan bukan milik kita sendiri .. Duh .. dimana-mana kalau kotor mah ga enak diliatnya ..

Walaupun begitu, Alhamdulillah untuk masalah angkutan kita tidak menemui kendala walaupun harus menunggu malam hari. Ya iya lah .. kalau mau gratis harus tunggu itu mobil selesai operasional antar2 barang .. he he

Ternyata ... angkut mengangkut barang tidak cukup sampai disitu saja.
Dua hari setelah pindahan, kebetulan kakak ku yang sedang ada di Jakarta  ingin juga datang ke Bandung sekalian melihat 'calon' sekolah anaknya nanti. Jadilah keluargaku yang ada di Jakarta datang lagi untuk melihat tempat tinggal ku yang baru. Bingung melihat rumah masih penuh dengan tumpukan kardus sedangkan akan ada keluarga yang menginap, akhirnya aku membuka beberapa kardus sehingga rumah terlihat lega dan layak untuk dikunjungi

Namun... kedatangan mereka kali ini juga membawa bbrp kardus yang berisi barang2 ku yang masih tertinggal di Jakarta. Akhirnya walaupun sudah ada kardus2 yang dibuka sebelumnya namun tetap saja masih terlihat menumpuk karena ada tambahan baru .

Ketika mereka sudah pulang, beberapa hari kemudian aku mencoba mencicil untuk membuka dan membereskan beberapa kardus (kembali).

Karena ketika di Jakarta aku sudah mempunyai sebuah online shop untuk menyalurkan hobby dan baking tools nya masih banyak yang tertinggal di Jakarta, maka aku pesan kepada mama untuk mempacking dan minta tolong adek ipar ku untuk mengantar ke Bandung, sekalian aku minta dikirim 2 buah lemari container dan 1 buah springbed single yang kebetulan di Jakarta tdk terpakai (maksudku untuk ponakan ku nanti) juga bbrp tanaman peliharaanku.

Dan ... ketika semua itu tiba... ternyata adek iparku datang dengan membawa mobil box besar  yang isinya selain baking tools dan barang2 tersebut diatas, mama juga sudah membawakan beberapa barang untuk keperluan ponakan ku nanti .. (good grandma, padahal cucunya aja belum lulus ).

Mau tahu gimana cara membereskannya ? tiba2 sahabat baikku  menelepon dan bilang ingin main dan menginap dirumahku. Yang sudah pasti mau tidak mau aku harus membereskan kembali tumpukan kardus yang ada disalah satu kamar, sehingga bisa ditempati.

Sekarang di rumahku masih ada beberapa kardus yang memang sengaja aku isi barang2 yang jarang dipakai namun masih layak pakai. Niatku ingin aku sumbangkan saja sebagian kepada yang membutuhkan, namun masih blm tahu mau dikasih siapa.

Jadi Tips dari aku  ... kalau ingin rumah segera rapi setelah pindahan, undanglah keluarga, kerabat atau teman untuk datang berkunjung.. dijamin mau tidak mau kita harus segera membereskan tumpukan kardus2 tersebut