Showing posts with label ikhtiar. Show all posts
Showing posts with label ikhtiar. Show all posts

Wednesday, August 24, 2011

(Ikhtiar) Rehat Sejenak Namun Tetap Berikhtiar

Bulan Juni pun tiba ... dan ternyata mens ku tetap datang
Ga masalah, tetap semangat

Apalagi bulan Juni bener2 membuat hari2 berdua kita penuh dengan keceriaan alias rumah kita selalu ramai karena silih berganti keluarga datang berkunjung dan menginap.

Pertama ... Kedatangan ponakan ku dan temannya yang akan mengikuti SNMPTN dan Ujian Ketrampilan di Bandung. Sampai2 setelah selesai ujian aku menahan ponakan ku  beberapa hari agar dia tidak langsung ke Jakarta (tempat ortu ku alias kakek n neneknya)

Kedua ... Tidak berapa lama rumahku kedatangan ponakan ku yang lain yaitu Raisa disertai kedua orangtuaku. Kalau yang ini bener2 bikin senang sekaligus terharu. Kog terharu ? pasti nya krn melihat aa setiap pulang kerja pasti yang dicari Raisa, trs langsung main2 berdua. Raisa pun begitu.. kalau sudah sore pasti dia lsg tanya2 "Ayah kog belum pulang"

Ketiga ... Sehari sebelum Raisa dan ortu ku pulang, datanglah mertua beserta kakak ipar dan anaknya. Bisa dibayangkan betapa ramai nya rumah (kontrakan) kecil kita. Dan yang pasti juga kebahagiaan bertambah.

Dan dibulan Juni pula kita memutuskan untuk istirahat sejenak dari Obgyn, selain karena sedang merasa jenuh juga sayang melewatkan moment2 istimewa bersama keluarga.

Tapi yang pasti kita tetap terus melakukan ikhtiar namun kali ini pilih cara2 alamiah aja, diantara nya :
- Masih tetap rutin minum Juice 3 Diva (campuran wortel, tomat dan apel malang)
- Minum air kelapa ijo setiap 3 hari sekali
- Minum minyak ikan

Pokoknya tetap semangat deh. Kalau salah satu dari kita berdua bosen, langsung deh saling kasih semangat .. Soalnya bayangin aja, tiap buka kulkas liat tumpukan wortel, tomat, apel. Trs liat ke tempat lain ada botol minyak ikan. Gimana ga bikin 'eneg' tuh

Tapi ... namanya juga Ikhtiar, jadi ya harus terus dijalanin kan

Sunday, August 21, 2011

(Ikhtiar) 3rd Experience with Obgyn

Lanjutan dari sini ..

Akhirnya pada bulan Mei 2011 aku mens tanggal 15. Karena jatuhnya pada hari Minggu jadi baru bisa kontrol lagi hari Senin keesokan harinya. Ternyata oh ternyata .. krn pemerintah tiba2 membuat pengumuman cuti bersama karena Harpitnas (Hari Kejepit Nasional) maka dr. Anita tiba2 membatalkan jadwal prakteknya .. hiks pdhl udah jauh2 datang kesana.

Mau konsult ke dokter lain tapi kog ragu2, sdgkan  kalau konsult hari Rabu (jadwal praktek selanjutnya) berarti sudah H+4. Untungnya pihak Hermina memberikan jalan keluar dgn menghubungi asisten pribadi dr. Anita dan menanyakan b
agaimana dgn pemeriksaan aku ? apakah kalau H+4 juga bisa tetap dilaksanakan.

Suster Ade selaku asisten pribadi dr. Anita akhirnya m
eminta no telepon ku dan berjanji akan memberitahu setelah dia menghubungi dr. Anita. Dan jawabannya aku diminta datang hari Rabu juga hasil pemeriksaan nantinya akan sama dgn H+1.

Rabu 18 Mei 2011, aku dan aa kembali datang men
emui dr. Anita. Sebelumnya beliau malah meminta maaf karena hari Senin tidak dapat praktek ... nice doctor


Pemeriksaan seperti biasa, tanya jawab seputar menstruasi dan dilanjutkan dengan USG yang hasilnya ..


Alhamdulillah... rahimku bersih dengan kata lain tidak terlihat adanya kista yang sebelumnya dikhawatirkan.

Selesai pemeriksaan, dr. Anita memberikan resep tambahan berupa obat penyubur dan antioksidan yang harus aku minum sambil berkata ... Mdh2an setelah diberikan obat ini bisa langsung hamil ya bu
Bahkan ketika aku tanya "Kalau ternyata bulan depan saya tetap mens bagaimana dokter ?" Jawabnya ... Mudah2an ga ya bu, jadi kontrol selanjutnya kita berharap sudah hamil.  Bener2 dokter yang baik ya ..

Dan total biaya yang harus dikeluarkan adalah :
~ Konsult Dokter                     Rp. 165.000,-
~ USG 2D + Print                     Rp.   55.000,-
~ Profertil Tablet                    Rp.   78.650,-
~ Seloxy Capsul (antioksidan)  Rp.   89.600,-
       Total biaya                      Rp. 388.250,-


Tuesday, August 16, 2011

(Ikhtiar) 2nd Experience with Obgyn

Setelah selesai urusan pindahan dan beristirahat sejenak. Akhirnya kita putuskan untuk mulai berikhtiar kembali setelah 1 tahun lebih vakum bertemu dgn Obgyn (baca disini).

6 Mei 2011 kita datang kembali ke RSIA Hermina Pasteur dan dokter yang kita tuju adalah dr. Anita Deborah Anwar SpOg . Kenapa pilih dia ? sebenarnya itu pilihan aa dari tahun kemarin karena selain rekomendasi dari adek ipar dan keluarganya, juga  pernah bertemu dan melihat
cara kerjanya ketika membesuk kerabat yang baru saja melahirkan.

Ketika masuk ruangan pertama kali, langsung disapa dengan kalimat salam dan pertanyaan pembuka kenapa kita datang menemuinya. Setelah kita
sampaikan maksud dan tujuan  kesana, beliau langsung menginterview riwayat pernikahan  dan kesehatan kita.

Lucunya ketika tahu kita berdomisili di Gedebage yang notabene harus menempuh perjuangan untuk sampai di Pasteur, beliau langsung heran dan berkata  : memangnya disana tidak ada obgyn ya  ? .. ha ha ha .. ga tau aja kalau dia dokter idolanya si aa.

Sesudahnya beliau langsung minta aku naik ke tempat tidur
untuk pemeriksaan USG. Namun .. muncul adanya kecurigaan krn rahimku susah terdeteksi dilayar monitor. Setelah dilakukan pembesaran yang maksimal akhirnya bisa terdeteksi juga.


Walaupun dr. Anita mengkhawatirkan adanya kista yang menutupi rahimku, namun beliau juga pintar membesarkan hati pasiennya. Setelah melihat raut muka khawatir aku dan aa, beliau malah mengatakan "Mdh2an ini hanya penebalan dinding rahim krn mau menstruasi ya ? jadi nanti kita USG lagi ketika mens H+1, mdh2an sudah luruh ..

Sungguh jawaban yang benar2 menenangkan hati kita berdua, karena setiap pertanyaan kekhawatiran yang kita sampaikan selalu beliau tepis dan mengatakan mudah2an bukan ya. Bahkan ketika aa selaku suami bertanya "Apakah saya bisa langsung test sperma dsb dok ? Jawabnya ... belum perlu, kita usahakan dulu ibu nya ya Pak, mudah2an langsung berhasil

Benar2 deh kita tidak menyesal datang ke dr. Anita karena selain ramah beliau juga komunikatif serta tidak langsung mendjuge pasien dengan suatu penyakit (tidak seperti Obgyn sebelumnya yang kita temui).

Yang disayangkan hanyalah tarif nya yang luar biasa  karena beliau praktek di Klinik Eksekutif RSIA Hermina  yang kalau dilihat perbedaan dengan Klinik lainnya disana hanyalah ruang praktek yang lebih mewah serta  pasien mendapat fasilitas snack dan all you can drink (teh/juice) yang sebenernya menurut ku tidak perlu (kan kalau tanpa snack & minum bisa lebih murah )

Selesai konsultasi, aku diresepkan satu macam vitamin E 400 IU (umumnya begitu ya kalau mau program). Dan ... inilah total kerusakan dompet yang harus dikeluarkan :

~ Konsultasi Dokter  :  Rp. 165.000,-
~ USG 2D + Print      :  Rp.   55.000,-
~ Vit E (Eturol)         :  Rp. 100.000,-
     T o t a l              :  Rp.  320.000,-

Sekian kunjungan kedua kita di Obgyn dan mdh2an sharingnya bermanfaat untuk semuanya

(Nanti cerita nya bersambung ya .. )

Tuesday, April 27, 2010

1st Experience with Obgyn

Sebenar nya sudah lama aku niat periksa ke Obgyn, apalagi setelah melihat postingan teman2 yang akhirnya membuat kita yang sebelum nya santai ttg keturunan berfikir tidak ada salah nya mencoba periksa sebagai salah satu ikhtiar kita.

Tapi ... dikarenakan aa ingin istri nya mendapatkan yang terbaik, selalu saja ada halangan, dikarenakan :
- Aa ingin  mendampingi ketika aku periksa (yg notabene hanya bisa hari Sabtu sore, dan itupun ketika berada di Bandung, krn kalau di Jkt baru dtg Sabtu malam)
- Aa ingin dokter perempuan, dan walaupun tidak pernah punya pengalaman (ya iya lah..  ) dari referensi sdr dan teman2 juga kebetulan prnh melihat dokter itu ketika membesuk slh satu sdr nya... dia ingin kita periksa ke salah satu dr. SpOG perempuan di Bdg  (ada bbrp Wkers yg tau cerita gimana kita hunting itu dokter dan hasil nya Nihil)

Akhirnya... kita sepakat untuk ke dokter manapun yang penting dokter nya perempuan. Sempat mendapat rekomendasi dr Hanni untuk periksa di dokter langganan nya, tp walaupun kemarin aku cuti ternyata Senin malam (jadwal dokternya) bersamaan dengan waktu nya si aa ngaji.

Akhirnya  hari Sabtu (24 April 2010) kemarin, pergilah kita ke RSIA Hermina Pasteur dan memilih Dr. Indri Budiarti, SpOG yang kebetulan praktik pada jam kita datang juga antrian nya tdk terlalu lama.

Masuk ke ruang praktik, dokter Indri bertanya maksud dan tujuan kita periksa. Sesudah nya bertanya  HPHT, ada keluhan atau tidak selama haid, dan sering keputihan atau tidak. Dikarenakan jadwal haid aku teratur, tidak ada keluhan nyeri hebat, dll selama haid, juga keputihan yg kadang2 terjadi ketika akan haid, maka beliau bilang kondisi aku baik2 aja. Tapi...  setelah kita bilang kalau kita LDR, baru dokter Indri bilang mungkin itu penyebabnya .

Dibalik gaya nya yg cuek dan cara bicara nya yg cepat (sampai buat si aa bengong )  yg bikin kita tenang adalah ketika beliau bilang bahwa selain umur pernikahan kita yang masih dibawah 1 thn  juga beliau bilang... jika ibu dan bapak berkeinginan utk memiliki keturunan, sebenarnya bisa saja saya kirim ibu ke Dokter Spesialis Fertilisasi disini untuk Program, tapi saya kog lebih suka pasangan suami istri untuk menjalani proses alami saja  , karena selain membutuhkan biaya yg tidak sedikit, program itu sangat repot dan (menurutnya) menyakitkan.. salah satu nya ibu harus mensuntik diri nya sendiri setiap hari dan yang pasti semua nya itu belum pasti berhasil kalau tidak ada kuasaNya

Akhirnya beliau menerangkan tentang proses kehamilan alami , cara menghitung  masa subur dan cara mempelajari suhu basal, dimana pengukuran yg terbaik dilakukan ketika bangun tidur, tubuh tidak bergerak sama sekali dan pengukuran akurat dilakukan melalui oral.  Untung sudah mengerti sedikit2.. kalau ga bingung krn nerangin nya cepat bgt..  dan aku hanya bertanya tentang hal yg belum aku mengerti saja. 

Selain itu beliau juga menyarankan, kalau misal nya tanda2 masa subur sudah didapat, kita harus mengusahakan untuk bertemu dan melakukan hubungan suami istri.. (ini yang susah ya... tp mdh2an selalu ada jalanNya).

Setelah itu beliau mempersilahkan aku untuk melakukan USG. Dijelaskan posisi rahim ku , ketebalan rahim nya (tenyata sedang masa subur), tidak terlihat ada nya kista dsb, yang berarti semua nya bagus

So far.. dengan mengesampingkan kekurangan nya yaitu  gayanya yg cuek dan nada bicara nya yg cepat, kita puas dengan penjelasan nya yang menyarankan untuk melakukan semua  proses secara alami, juga beliau tidak komersil dimana tidak membekali kita dgn obat2an dan vitamin2 yg belum perlu kita konsumsi. Menurut beliau lbh baik kita menjaga asupan makanan yg kita konsumsi saja dengan kata lain memperbanyak konsumsi makanan yg mengandung vitamin E, tidak stress, aku nya jgn terlalu capek dan yang tidak boleh ketinggalan... kita berdua harus BERDOA.

Keluar dari ruang praktik, pasti harus langsung ke kasir donk.. Jadi ini aku share biaya konsul dan USG di RSIA Hermina, Pasteur :
- Biaya Pendaftaran   Rp.      1.500,-
- Konsul Dokter          Rp.  100.000,-

- USG                        Rp.    25.000,-
             Total            Rp.  126.500,-

Dan yang pasti.... sekarang punya sahabat baru yg mendampingi aku tidur

DIGITAL THERMOMETER

Ya.. sesudahnya aa langsung membelikan digital thermometer untuk mengukur suhu basal tubuh ku.


Hari pertama... bangun tidur langsung raih thermometer
Hari kedua   ...  masih langsung raih thermometer
Hari ketiga ... LUPA ... bangun tidur mlh lsg ngobrol2 sm si aa