Showing posts with label aftermarried. Show all posts
Showing posts with label aftermarried. Show all posts

Tuesday, July 31, 2012

Our 3rd Wedding Anniversary



*Foto diambil ketika Aqiqahan Alaric di Jakarta,
karena sampai saat ini belum sempat foto dengan formasi lengkap*



3 Tahun ...

Tidak percaya rasanya tanggal 1 Agustus kembali hadir.
Walaupun menurut sebagian besar orang masih seumur jagung, namun bagi kami tahun ini terasa berbeda karena telah hadirnya buah hati kami tercinta.

Selama 3 tahun ini,
Banyak kejadian lucu, menyedihkan, menggembirakan, mengharukan, bahkan menjengkelkan yang membuat pernikahan kami terasa hidup dan penuh warna serta makna.

Selama 3 tahun,
Suka duka telah kita lalui bersama.
Namun perjalanan kita masih tetap panjang dan berliku.
Guna menjadi imam dan juga ayah yang bisa menjadi panutan bagi keluarga.
Guna menjadi istri dan bunda yang masih terus belajar untuk bisa mengurus rumah tangga dengan baik.
Guna menjadi orang tua yang bisa membimbing juga mendoakan ananda agar menjadi anak yang sholeh, beriman, cerdas akal dan pikirannya serta bisa menjadi kebanggaan keluarga.

Tapi yakinlah,
Kita pasti akan mampu melewatinya dengan penuh keyakinan, ketegaran dan juga penuh cinta.
Semoga Allah SWT selalu melindungi dan menjaga kita dalam menempuh perjalanan panjang tersebut.

...  Aamiin  ...


*Dan tahun ini tidak ada  Wedding Anniversary Cake seperti tahun2 sebelumnya dikarenakan masih memilih untuk selalu babymoon*

Wednesday, November 23, 2011

Tuan Rumah Arisan

Akhirnya .. ,merasakan juga menjadi tuan rumah arisan
Setelah 3 bulan tinggal di kompleks perumahan, aku diajak untuk ikut arisan ibu2 di blok tempatku tinggal. Walaupun ketika itu arisan sudah berlangsung beberapa bulan, namun atas saran yang lainnya akhirnya aku ikut juga dengan catatan apabila nama ku yang keluar maka akan dihitung proporsional .. xixi .. kalau dihitung full nanti bisa tekor bendahara nya

Sebenarnya sudah 2x nama ku keluar, namun karena agak ga enak juga  baru ikutan kog sudah langsung dapat - maklum, kalau pas bagian ngocok kan banyak ibu2 langsung ramai, berharap dirinya yang dapat - maka akhirnya aku minta dilewatkan dulu saja. Lagipula karena setiap arisan akan dikocok untuk 2 orang, nah aku merasa (saat itu) masih belum akrab dengan ibu2 yang akan jadi partner tuan rumah arisan

Sebenarnya pengen juga bisa seperti mama, yang setiap ada acara dirumah selalu memasak sendiri menu utama nya , apalagi pengen juga kan memperlihatkan hasil2 karya memasak ku (yang selalu masih pake resep ) juga kue2 buatanku. Yah .. hitung2 numpang promosi Dapur Rayya .. xixi

Namun apa daya, ternyata kondisi kali ini masih belum memungkinkan untuk hal seperti itu, ditambah partner arisan ku  (sebut aja UMI) juga sedang hamil dengan umur kehamilan yang hampir sama plus dengan seluruh kenikmatan hamil muda yang sama pula ...

Belum lagi ketika aku main kerumah Umi untuk membahas segala sesuatu nya (maklum di rumahku blm ada piring, gelas, sendok dan garpu yang cukup untuk arisan)  tiba2 dia bilang kalau si bibi ART nya yang baru 2 hari kerja tiba2 sudah minta pulang dan suami nya yang memang kerja di kota lain tidak bisa pulang untuk minggu ini... langsung deh kebayang kerepotan dia krn sudah punya 2 orang anak yang masih kecil.

Jadi ... dengan terpaksa lah untuk kali ini kita sepakat memilih menu utama yang simple aja alias Bakwan Malang, itupun juga pesan ke orang lain ... Urusan snack ? Niat mau buat sendiri minimal 2 macam, tapi itupun ternyata tidak bisa kulakukan. Hanya satu macam kue saja yang sanggup kubuat, sedangkan sisa nya ... terpaksalah sesudah subuh
berdua dengan si aa dengan balutan jaket tebal meluncur kedaerah Buah Batu untuk membeli di Bursa Kue Subuh.

Urusan selesai ? .. sudah pasti belum. Karena malam sebelumnya rumah ku tiba2 kedatangan beberapa orang teman di Jakarta dan akhirnya menginap di rumah, jadilah aku juga harus membagi waktu untuk mereka. Apalagi karena sudah lama tidak bertemu dan juga kangen juga dengan cerita2 mereka di Jakarta ... Hiks, pdhl baru 3 bulan aku tidak ke Jakarta ..  Jadi dengan terpaksa aku bilang ke Umi tidak bisa bantu beres2 mempersiapkan rumahnya, karena  harus membawa teman2ku ke Pasar Kaget Metro untuk cari sarapan alias tuan rumah ga mau repot (untungnya snack yang aku buat sendiri sangat banyak sehingga bisa untuk camilan tamu2 ku juga)

Pulang dari Metro langsung aku buru2 merebus bihun yang akan menjadi tambahan menu Bakwan Malang, antar ke rumah Umi dan bantu2 dikit menyiapkan hidangan. Sesudahnya pamit pulang lagi untuk mandi krn waktu untuk arisan segera tiba.

Alhasil di tengah2 arisan aku dan Umi agak sedikit 'teler' karena kelelahan. Namun kita lega juga karena semua nya lancar. Bahkan akhirnya kita berdua bisa membuat peserta arisannya terbahak2 ketika mereka tanya Bakwan Malangnya enak, siapa nih yang buat ? kita jawab ... ya kita berdua lah, ga lihat apa sampai perutnya buncit begini .. ha ha ha .. padahal mah itu boleh pesan

Sayangnya ... moment pertama ini ga sempat ke foto - minimal makanan nya lah, karena selain karena dalam kondiri lelah juga agak malu juga kalau dibilang kog arisan begini aja difoto ... he he .. maklum, ibu2 disini bukan yang gila pose

Wednesday, August 24, 2011

(Ikhtiar) Rehat Sejenak Namun Tetap Berikhtiar

Bulan Juni pun tiba ... dan ternyata mens ku tetap datang
Ga masalah, tetap semangat

Apalagi bulan Juni bener2 membuat hari2 berdua kita penuh dengan keceriaan alias rumah kita selalu ramai karena silih berganti keluarga datang berkunjung dan menginap.

Pertama ... Kedatangan ponakan ku dan temannya yang akan mengikuti SNMPTN dan Ujian Ketrampilan di Bandung. Sampai2 setelah selesai ujian aku menahan ponakan ku  beberapa hari agar dia tidak langsung ke Jakarta (tempat ortu ku alias kakek n neneknya)

Kedua ... Tidak berapa lama rumahku kedatangan ponakan ku yang lain yaitu Raisa disertai kedua orangtuaku. Kalau yang ini bener2 bikin senang sekaligus terharu. Kog terharu ? pasti nya krn melihat aa setiap pulang kerja pasti yang dicari Raisa, trs langsung main2 berdua. Raisa pun begitu.. kalau sudah sore pasti dia lsg tanya2 "Ayah kog belum pulang"

Ketiga ... Sehari sebelum Raisa dan ortu ku pulang, datanglah mertua beserta kakak ipar dan anaknya. Bisa dibayangkan betapa ramai nya rumah (kontrakan) kecil kita. Dan yang pasti juga kebahagiaan bertambah.

Dan dibulan Juni pula kita memutuskan untuk istirahat sejenak dari Obgyn, selain karena sedang merasa jenuh juga sayang melewatkan moment2 istimewa bersama keluarga.

Tapi yang pasti kita tetap terus melakukan ikhtiar namun kali ini pilih cara2 alamiah aja, diantara nya :
- Masih tetap rutin minum Juice 3 Diva (campuran wortel, tomat dan apel malang)
- Minum air kelapa ijo setiap 3 hari sekali
- Minum minyak ikan

Pokoknya tetap semangat deh. Kalau salah satu dari kita berdua bosen, langsung deh saling kasih semangat .. Soalnya bayangin aja, tiap buka kulkas liat tumpukan wortel, tomat, apel. Trs liat ke tempat lain ada botol minyak ikan. Gimana ga bikin 'eneg' tuh

Tapi ... namanya juga Ikhtiar, jadi ya harus terus dijalanin kan

Sunday, August 21, 2011

(Ikhtiar) 3rd Experience with Obgyn

Lanjutan dari sini ..

Akhirnya pada bulan Mei 2011 aku mens tanggal 15. Karena jatuhnya pada hari Minggu jadi baru bisa kontrol lagi hari Senin keesokan harinya. Ternyata oh ternyata .. krn pemerintah tiba2 membuat pengumuman cuti bersama karena Harpitnas (Hari Kejepit Nasional) maka dr. Anita tiba2 membatalkan jadwal prakteknya .. hiks pdhl udah jauh2 datang kesana.

Mau konsult ke dokter lain tapi kog ragu2, sdgkan  kalau konsult hari Rabu (jadwal praktek selanjutnya) berarti sudah H+4. Untungnya pihak Hermina memberikan jalan keluar dgn menghubungi asisten pribadi dr. Anita dan menanyakan b
agaimana dgn pemeriksaan aku ? apakah kalau H+4 juga bisa tetap dilaksanakan.

Suster Ade selaku asisten pribadi dr. Anita akhirnya m
eminta no telepon ku dan berjanji akan memberitahu setelah dia menghubungi dr. Anita. Dan jawabannya aku diminta datang hari Rabu juga hasil pemeriksaan nantinya akan sama dgn H+1.

Rabu 18 Mei 2011, aku dan aa kembali datang men
emui dr. Anita. Sebelumnya beliau malah meminta maaf karena hari Senin tidak dapat praktek ... nice doctor


Pemeriksaan seperti biasa, tanya jawab seputar menstruasi dan dilanjutkan dengan USG yang hasilnya ..


Alhamdulillah... rahimku bersih dengan kata lain tidak terlihat adanya kista yang sebelumnya dikhawatirkan.

Selesai pemeriksaan, dr. Anita memberikan resep tambahan berupa obat penyubur dan antioksidan yang harus aku minum sambil berkata ... Mdh2an setelah diberikan obat ini bisa langsung hamil ya bu
Bahkan ketika aku tanya "Kalau ternyata bulan depan saya tetap mens bagaimana dokter ?" Jawabnya ... Mudah2an ga ya bu, jadi kontrol selanjutnya kita berharap sudah hamil.  Bener2 dokter yang baik ya ..

Dan total biaya yang harus dikeluarkan adalah :
~ Konsult Dokter                     Rp. 165.000,-
~ USG 2D + Print                     Rp.   55.000,-
~ Profertil Tablet                    Rp.   78.650,-
~ Seloxy Capsul (antioksidan)  Rp.   89.600,-
       Total biaya                      Rp. 388.250,-


Tuesday, August 16, 2011

(Ikhtiar) 2nd Experience with Obgyn

Setelah selesai urusan pindahan dan beristirahat sejenak. Akhirnya kita putuskan untuk mulai berikhtiar kembali setelah 1 tahun lebih vakum bertemu dgn Obgyn (baca disini).

6 Mei 2011 kita datang kembali ke RSIA Hermina Pasteur dan dokter yang kita tuju adalah dr. Anita Deborah Anwar SpOg . Kenapa pilih dia ? sebenarnya itu pilihan aa dari tahun kemarin karena selain rekomendasi dari adek ipar dan keluarganya, juga  pernah bertemu dan melihat
cara kerjanya ketika membesuk kerabat yang baru saja melahirkan.

Ketika masuk ruangan pertama kali, langsung disapa dengan kalimat salam dan pertanyaan pembuka kenapa kita datang menemuinya. Setelah kita
sampaikan maksud dan tujuan  kesana, beliau langsung menginterview riwayat pernikahan  dan kesehatan kita.

Lucunya ketika tahu kita berdomisili di Gedebage yang notabene harus menempuh perjuangan untuk sampai di Pasteur, beliau langsung heran dan berkata  : memangnya disana tidak ada obgyn ya  ? .. ha ha ha .. ga tau aja kalau dia dokter idolanya si aa.

Sesudahnya beliau langsung minta aku naik ke tempat tidur
untuk pemeriksaan USG. Namun .. muncul adanya kecurigaan krn rahimku susah terdeteksi dilayar monitor. Setelah dilakukan pembesaran yang maksimal akhirnya bisa terdeteksi juga.


Walaupun dr. Anita mengkhawatirkan adanya kista yang menutupi rahimku, namun beliau juga pintar membesarkan hati pasiennya. Setelah melihat raut muka khawatir aku dan aa, beliau malah mengatakan "Mdh2an ini hanya penebalan dinding rahim krn mau menstruasi ya ? jadi nanti kita USG lagi ketika mens H+1, mdh2an sudah luruh ..

Sungguh jawaban yang benar2 menenangkan hati kita berdua, karena setiap pertanyaan kekhawatiran yang kita sampaikan selalu beliau tepis dan mengatakan mudah2an bukan ya. Bahkan ketika aa selaku suami bertanya "Apakah saya bisa langsung test sperma dsb dok ? Jawabnya ... belum perlu, kita usahakan dulu ibu nya ya Pak, mudah2an langsung berhasil

Benar2 deh kita tidak menyesal datang ke dr. Anita karena selain ramah beliau juga komunikatif serta tidak langsung mendjuge pasien dengan suatu penyakit (tidak seperti Obgyn sebelumnya yang kita temui).

Yang disayangkan hanyalah tarif nya yang luar biasa  karena beliau praktek di Klinik Eksekutif RSIA Hermina  yang kalau dilihat perbedaan dengan Klinik lainnya disana hanyalah ruang praktek yang lebih mewah serta  pasien mendapat fasilitas snack dan all you can drink (teh/juice) yang sebenernya menurut ku tidak perlu (kan kalau tanpa snack & minum bisa lebih murah )

Selesai konsultasi, aku diresepkan satu macam vitamin E 400 IU (umumnya begitu ya kalau mau program). Dan ... inilah total kerusakan dompet yang harus dikeluarkan :

~ Konsultasi Dokter  :  Rp. 165.000,-
~ USG 2D + Print      :  Rp.   55.000,-
~ Vit E (Eturol)         :  Rp. 100.000,-
     T o t a l              :  Rp.  320.000,-

Sekian kunjungan kedua kita di Obgyn dan mdh2an sharingnya bermanfaat untuk semuanya

(Nanti cerita nya bersambung ya .. )

Monday, August 1, 2011

Our 2nd Wedding Anniversary



Dua tahun lalu
Saat cinta terpaut sakral
Menuai nikmat yang sebelumnya terbelenggu

Baru dua tahun
Masih banyak anak tangga yang harus kita naiki
Dan semua itu tidak akan sanggup kujalani sendiri

Berbekal semangat, doa dan cinta
Kita akan terus meniti
Dalam suka yang penuh canda tawa
Dalam duka yang terkadang berlinang air mata

Ya Rab ... Ulurkanlah tanganMu
Tuntun kami menuju kehidupan terbaik bagi kami
Kehidupan yang selalu berada dalam RidhoMu ... Amin

1 Agustus 2009 - 1 Agustus 2011

Our 1st Wedding Anniversary bisa dilihat
disini ..
Kue nya jg buatan sendiri loh ... bisa dilihat disini ya *promosi.com*

Note :
Mohon maaf jika ada yg merasa menciptakan puisi seperti tsb diatas, krn seingat saya diambil dari berbagai sumber untuk kemudian saya revisi


Tuesday, May 24, 2011

Bersabarlah Wahai Para Ibu dan Bakal Calon Ibu


Akhir-akhir ini aku sering mendapati status para sahabat disalah satu jejaring sosial tentang keluhan mereka dalam menghadapi kehamilan trisemester pertama. Bahkan ada yang berkata cukup hanya satu kali ini aja alias tidak bersedia hamil kembali karena merasa tidak sanggup menjalaninya. Menyalahkan berbagai pihak karena dianggap tidak ada yang bisa mengerti dan bertoleransi akan keadaan dirinya saat ini (padahal yang comment sebagian besar para wanita yang sdh mempunyai anak). Dan ketika yang berkomentar mengatakan untuk bersabar dan mensyukuri atas rezeki yang diterimanya, dijawab dengan kalimat yang agak 'sengit' kalau mereka semua tidak merasakan apa yang dia alami, kalau tidak seperti itu juga dia tidak akan mengeluh.

Begitu juga dengan sahabatku para ibu yang saat ini dikaruniai anak yang sedang aktif2nya. Mereka menulis status tentang bagaimana mereka menginginkan waktu yang lebih dari 24 jam, mengeluh tentang susahnya anak untuk diajak tidur  ketika sudah tiba waktunya, mengeluh karena kehabisan akal agar supaya anaknya mau makan.

Tapi ketahuilah sahabat, jika kalian mengetahui bagaimana perjuangan kami yang belum dikaruniai keturunan, maka sudah pasti kalimat bersyukur yang akan keluar dari dalam lubuk hati  karena kalian semua tidak perlu bersusah payah berikhtiar seperti kami.

Ketika datang ke dokter Spesialis Kandungan untuk pertama kali, kalian dengan senang dan semangat menyampaikan tentang keterlamb
atan haid kalian. Sedangkan kami ? ketika dokter menyapa dengan kalimat ' Ada yang bisa saya bantu ?' maka dengan menahan rasa haru kami mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangan kami.

Setiap menatap layar monitor USG, kalian dengan tidak sabar menanti nya karena saat itu merupakan kesempatan kalian berjumpa dengan calon buah hati. Sedangkan kami ? perasaan kadang tidak menentu. Apakah yang akan tampak dilayar nanti ? kondisi rahim yang sehat atau bejolan sejenis kista yang
tampak.

Setiap kunjungan ke dokter dan sebelumnya melakukan pengukuran berat badan, kalian akan merasa senang karena apabila berat badan bertambah (Insya Allah) janin yang ada dalam kandungan juga bertambah berat badannya dan sehat. Sedangkan kami ? ada beberapa dari kami yang mengalami kenaikan berat badan, tapi itu semua karena reaksi dari obat-obat penyubur yang kami minum.

Tahukan kalian, bagaimana kami harus menata hati dan pikiran kami agar tegar ketika berada di ruang tunggu ? Karena mau tidak mau pemandangan yang kami jumpai hanyalah para calon ibu yang hendak memeriksakan kehamilannya, para bayi yang merasa nyaman bahkan tertidur lelap dipangkuan ayah bundanya, juga para balita yang aktif berlari kesana kemari.

Jika melakukan kunjungan kembali ke
dokter Kandungan pada bulan berikutnya ? itu berarti kesempatan untuk mengetahui perkembangan kehamilan kalian. Sedangkan kami ? tidak sedikit dari kami pada akhirnya harus dengan berat hati menyampaikan bahwa haid kami ternyata datang dan itu berarti kami harus siap jasmani, rohani bahkan biaya yang tidak sedikit untuk pemeriksaan dan mengikuti program selanjutnya

Buat sahabatku para ibu, ketahuilah bahwa masa2 perkembangan bayi dan balita  merupakan kesempatan yang sangat berharga. Nikmati dan jalani dengan ikhlas kesempatan kalian merawat buah hati, karena setelah mereka dewasa kalian pasti akan merindukan masa2 tersebut.

Intinya kita harus terus bersyukur dan sabar atas semua yang telah ditakdirkanNya kepada kita semua. Keterlibatan dan
saling mensupport antar anggota keluarga merupakan salah satu jalan terbaik untuk kita semua baik yang sedang menanti buah hati, yang sedang mengurus buah hati dan yang masih terus berikhtiar untuk mendapatkan buah hati.

Karena sesungguhnya kita adalah manusia biasa.


Gedebage, 25 Mei 2011
* Ditulis dalam usia pernikahan *








Dimana aku dan suami (Insya Allah) terus berikhtiar untuk mendapatkan keturunan

Mohon maaf apabila para sahabat ada yang tidak berkenan atas tulisan ini


Thursday, March 10, 2011

Moving n Moving (Again)



Dua kali pindahan ternyata sudah cukup bisa menilai seperti apa karakter diri ku. Walaupun sudah browsing sana sini mengenai tips n triks pindahan, ternyata tidak bisa semuanya aku terapkan alias akhirnya pakai cara ku (plus suami) sendiri.

Pertama kali .. Dari Jakarta ke Bandung
Sebelumnya aku sudah mencicil beberapa pakaian sehari-hari, pakaian kerja dan sepatu. Caranya setiap aku datang ke Bandung, baju-baju yang habis aku pakai tidak dibawa pulang kembali plus bbrp baju yang aku bawa. Begitu juga kalau aa datang ke Jakarta, aku menitip beberapa baju dan beberapa peralatan Rumah Tangga yang sudah aku beli di Jakarta.

Jadi ketika waktunya aku harus pindah, maka beberapa hal yang penting sudah tidak perlu dibawa lagi. Kebetulan ketika pindah pertama kali, kedua orangtua dan adikku sekeluarga ikut juga. Jadinya malah seperti orang yang mau piknik karena memang akhirnya kita jalan2 ke Taman Kupu2 - Cihanjuang.

Karena tidak lama kemudian Tahun Baru 2011, aku berencana ke Jakarta lagi sekalian menikmati masa2 off dari pekerjaan *enak juga ternyata kalau menganggur tapi sudah ada kepastian untuk kerja selanjutnya*. Nah pas ke Jakarta ini aku membawa 2 buah travelbag kosong dan aa (menyusul) dengan 1 buah travel bag kosong, yang sudah pasti ketika balik ke Bandung semua itu akan terisi penuh.

Kedua Kali .. Dari Sarijadi ke Gedebage
Ini dia baru pindah beneran .. Ternyata oh ternyata, setelah dilihat dan diperhatikan, barang2 kita banyak juga. Kalau kata si aa, paviliun kita yang kecil itu jadi sempit ketika istrinya datang  maklum namanya juga Ibu Rumah Tangga ... selain sudah mengumpulkan beberapa macam peralatan ketika di Jakarta, pas di Bandung masih ingin juga untuk nambah.

Kepusingan bertambah ketika harus mulai packing. Aku yang sudah memegang kertas yang berisi tips n triks pindahan ternyata tidak bisa diaplikasikan sepenuhnya. Aku ingin mencicil sedikit demi sedikit barang yang akan dipacking  dan untuk tiap dus aku usahakan barang yang sejenis sehingga mudah untuk memberi label pada tiap dus nya. Namun si aa ternyata juga punya cara dan keinginan sendiri. OK selama itu masih bisa ditolerir maka aku biarkan dengan catatan di label dus nya harus jelas nama2 barang yang dimasukkan. Konsekwensinya, pas hari H tiba, sampai siang hari aku masih harus mempacking beberapa pakaian, barang pecah belah plus membersihkan paviliun sendirian karena aa nya  kerja

Kenapa kog paviliun nya harus dibersihkan pula ? karena memang aku bukan type orang yang bisa keluar/pergi dari rumah dalam keadaan rumah tersebut berantakan. Lagipula aku paling sebal kalau ada orang yang bilang .. rumah kontrakan mah biarin aja kotor, khan bukan milik kita sendiri .. Duh .. dimana-mana kalau kotor mah ga enak diliatnya ..

Walaupun begitu, Alhamdulillah untuk masalah angkutan kita tidak menemui kendala walaupun harus menunggu malam hari. Ya iya lah .. kalau mau gratis harus tunggu itu mobil selesai operasional antar2 barang .. he he

Ternyata ... angkut mengangkut barang tidak cukup sampai disitu saja.
Dua hari setelah pindahan, kebetulan kakak ku yang sedang ada di Jakarta  ingin juga datang ke Bandung sekalian melihat 'calon' sekolah anaknya nanti. Jadilah keluargaku yang ada di Jakarta datang lagi untuk melihat tempat tinggal ku yang baru. Bingung melihat rumah masih penuh dengan tumpukan kardus sedangkan akan ada keluarga yang menginap, akhirnya aku membuka beberapa kardus sehingga rumah terlihat lega dan layak untuk dikunjungi

Namun... kedatangan mereka kali ini juga membawa bbrp kardus yang berisi barang2 ku yang masih tertinggal di Jakarta. Akhirnya walaupun sudah ada kardus2 yang dibuka sebelumnya namun tetap saja masih terlihat menumpuk karena ada tambahan baru .

Ketika mereka sudah pulang, beberapa hari kemudian aku mencoba mencicil untuk membuka dan membereskan beberapa kardus (kembali).

Karena ketika di Jakarta aku sudah mempunyai sebuah online shop untuk menyalurkan hobby dan baking tools nya masih banyak yang tertinggal di Jakarta, maka aku pesan kepada mama untuk mempacking dan minta tolong adek ipar ku untuk mengantar ke Bandung, sekalian aku minta dikirim 2 buah lemari container dan 1 buah springbed single yang kebetulan di Jakarta tdk terpakai (maksudku untuk ponakan ku nanti) juga bbrp tanaman peliharaanku.

Dan ... ketika semua itu tiba... ternyata adek iparku datang dengan membawa mobil box besar  yang isinya selain baking tools dan barang2 tersebut diatas, mama juga sudah membawakan beberapa barang untuk keperluan ponakan ku nanti .. (good grandma, padahal cucunya aja belum lulus ).

Mau tahu gimana cara membereskannya ? tiba2 sahabat baikku  menelepon dan bilang ingin main dan menginap dirumahku. Yang sudah pasti mau tidak mau aku harus membereskan kembali tumpukan kardus yang ada disalah satu kamar, sehingga bisa ditempati.

Sekarang di rumahku masih ada beberapa kardus yang memang sengaja aku isi barang2 yang jarang dipakai namun masih layak pakai. Niatku ingin aku sumbangkan saja sebagian kepada yang membutuhkan, namun masih blm tahu mau dikasih siapa.

Jadi Tips dari aku  ... kalau ingin rumah segera rapi setelah pindahan, undanglah keluarga, kerabat atau teman untuk datang berkunjung.. dijamin mau tidak mau kita harus segera membereskan tumpukan kardus2 tersebut

Monday, January 24, 2011

Kehidupan Baru di Bandung

Alhamdulillah, sudah hampir 1 bulan ini aku tinggal di Bandung, dimana (Insya Allah) sudah mengakhiri suka duka LDR yang telah kita jalani selama hampir 1,5 tahun.

Untuk saat ini kita masih tinggal ditempat tinggal kita yang lama, dengan konsekwensi harus menempuh perjalanan yang cukup jauh (untuk ukuran kota Bandung) antara tempat tinggal dan kantor. Sebenarnya kalau di Jakarta jarak sejauh itu masih bisa ditolerir alias biasa aku jalani, namun untuk ukuran orang Bandung sudah terbilang cukup jauh, ditambah kondisi dan rute transportasi disini yang sangat berbeda sehingga memakan waktu yang cukup lama.

Pertama kali aku datang ke kantor pada akhir Desember 2010 yang lalu untuk perkenalan. Karena waktunya siang dan jam kerja sehingga aa hanya bisa mengantar setengah perjalanan. Itulah untuk pertama kalinya aku mencoba naik angkot sekaligus menghitung waktu tempuh dan rute perjalanan yang nantinya akan aku jalani. Ternyata .... perjalanan antara Cibogo Tengah (tempat tinggal saat ini) dengan Cipamokolan (kantorku) memakan waktu 2 jam lebih... ckckck . Hal itu disebabkan karena rute angkot disini yang luar biasa dan harus berganti sebanyak 4 kali ..

Akhirnya, karena kebetulan setiap pagi aa harus memberikan laporan di kantor Kawaluyaan maka bisa mengantar aku dahulu ke kantor. Namun untuk pulangnya kita bertemu di tengah2 perjalanan antara Kiara Condong - Gasibu. Sebagai konsekwensinya walaupun aku bisa berangkat lebih siang, namun si aa akhirnya berangkat lebih pagi untuk kemudian absen dahulu di kantor Setrasari, baru kemudian kita menuju kantorku di Cipamokolan dan sesudahnya aa langsung menuju kantor di Kawaluyaan *suami siaga*

Walaupun setiap hari perjalanan yang aku tempuh cukup jauh, namun aku menikmatinya. Hal ini disebabkan karena selain arah perjalananku yang melawan arus alias keluar kota, juga aku menikmati pemandangan dari bukit2 yang terlihat sepanjang perjalanan (suatu hal yang mustahil aku temukan ketika bekerja di Jakarta).

Target kita  bulan Februari sudah harus mendapatkan tempat tinggal baru yang lebih dekat dengan kantorku.  Sehingga bisa lebih efisiensi dalam hal waktu dan biaya


Wednesday, December 8, 2010

(LDR) ... Insya Allah akan berakhir :-)

Ketika Rasa Lelah Mendera
Ketika Rindu Terhalang Jarak
Ketika Dilema Membuat Menangis
Sampai Akhirnya Istikharoh menjadi sebuah keputusan

Awal Oktober 2010, setelah melalui proses istikharoh yang cukup lama, juga setelah pergulatan batin yang sulit untuk diungkapkan, aku membuat kesimpulan bahwa sudah tiba saatnya aku harus pindah ke Bandung (mengikuti suami) walaupun belum juga mendapatkan pekerjaan disana (alasan utama yang membuat kita harus LDR). Apalagi setelah kejadian aku dan ibu mertua yang jatuh sakit secara bersamaan, hal ini membuat niat ku semakin bulat.

Selain itu aku merasa akhir Oktober 2010 merupakan saat yang tepat untuk resign, karena  saat itu  RUPS Kantor (yang sudah sangat terlambat pelaksanaannya) telah selesai yang berarti bisa dibilang lunas juga tanggung jawab terbesar ku di kantor.

Ketika keputusan resign aku utarakan kepada 'seseorang', Alhamdulillah tanpa diduga beliau malah menawarkan mengisi posisi disalah satu perusahaannya yang berada di Bandung , yang tentu saja tawaran tersebut tidak tidak aku sia-siakan .

Mungkin memang ini jawaban atas setiap sholat malam dan doa yang kita berdua panjatkan kepada Allah SWT, juga saat yang tepat bagi-Nya untuk mengabulkan salah satu permintaan kita tersebut.

Walaupun begitu, ternyata tidak mudah bagiku untuk langsung resign karena pihak direksi ternyata sangat berat untuk seketika itu juga mengabulkan. Aku diminta menunggu sampai akhir tahun, selain karena perusahaan baru saja mengalami pergantian direksi juga mereka ingin sampai ada pengganti dimana aku juga harus mengajari terlebih dahulu.

Dan Insya Allah awal Januari 2011 nanti, aku sudah hijrah dan menjadi penduduk kota Bandung . Namun .. ternyata agak berat dan sedih juga harus berpisah dengan kedua orang tua juga kota Jakarta yang menjadi tempat tinggal ku sejak lahir . Apalagi ketika keputusan ini disampaikan kepada kedua orang tua ku, sampai2 aku meminta si aa yang berbicara kepada mama dan papa karena aku tidak sanggup menyampaikannya sendiri.

Sekarang yang masih menjadi kendala bagi kita berdua adalah masalah tempat tinggal. Karena lokasi kerja aku nanti sangat jauh dari tempat tinggal kita saat ini maka kita harus mencari tempat tinggal yang baru yang lebih dekat.  Sudah lebih dari 1  bulan, setiap hari libur kita mondar mandir untuk mencari tempat tinggal di seputaran Margahayu, Ciwastra dan Riung Bandung, namun belum membuahkan hasil juga

Memang .. masalah tempat tinggal (seperti kata orang) bisa dibilang 'cocok cocok 'an., karena sudah beberapa rumah kita datangi namun hati ini masih belum sreg untuk menjatuhkan pilihan. Mudah2an saja sebelum akhir tahun ini kita bisa segera menemukan tempat tinggal yang sesuai dengan pilihan kita .. Amin


Thursday, October 28, 2010

(LDR) Dilema

Trio Sujadi diantara dua orang yang kucintai.....

October 22 at 8:29am · ·


Ketika jarak terbentang, ingin rasa nya membuat jarak tersebut terasa dekat.
Ketika waktu terasa makin panjang, ingin rasa nya membuat  berlari kencang.
Ketika jiwa dan raga berjauhan, ingin rasa nya selalu berada disisi mereka berdua.
Dan ketika berada disisi mereka berdua, ingin rasanya waktu berjalan perlahan.

Mungkin itulah yang dirasakan oleh suami ku ketika mendengar khabar bahwa aku dan mertua jatuh sakit secara bersamaan.  Dia berterus terang, dengan keterbatasan waktunya merasa dilema ketika menghadapi semua ini. Waktu yang dia punya tidak cukup untuk menemani kami berdua yang sakit dikarenakan tempat tinggal kami bertiga yang berlainan kota.

Aku tahu, walaupun aku istrinya namun aku tidak mempunya hak apa2 dibandingkan ibunya dan itu sudah ditetapkan dalam agama yang aku anut. Namun dikala sakit aku ingin suami ku berada disisiku. Jujur .. walaupun bibir ini membolehkan suamiku menjenguk ibunya namun perasaan iri sempat hinggap dihatiku.

Akhirnya ... dengan segenap cinta yang dimiliki olehnya dan diantara keterbatasan waktu yang dia punya. Dia bisa mengunjungi kami semua.. Wanita2 yang sangat dia cintai

Trio Sujadi saatnya menjalani giliran mengunjungi salah satu wanita yg kucintai....

October 24 at 8:43am · ·


Ya Allah ... aku selalu berdoa kepada-Mu ... Berilah petunjuk dan jalan keluar yang terbaik bagi hamba dan suami hamba, sehingga kami bisa berkumpul bersama guna membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah .. Amin

Sunday, September 19, 2010

Aku Ingin Hamil


Ketika membuka kulkas, mata sang menantu tertumpuk pada satu kotak tape ketan yang dibungkus daun jambu. Seketika langsung timbul hasrat untuk segera menyantap makanan kesukaan nya  itu. Namun (untung nya) etika sebagai seorang menantu yang baru datang langsung menahan  (walaupun sudah ngiler setengah mati ) karena mungkin saja tape ketan tersebut untuk hantaran kerabat alias tidak diperuntukkan untuk orang2 dirumah.
Baru saja menutup kulkas dan membalikkan badan, tiba2 terdengar suara Ibu Mertua bilang kalau ada tape ketan di kulkas dan menawarkan untuk memakan nya. Namun tidak berapa lama terdengar suara  Bapak Mertua menyahut dibelakangnya dan terjadilah dialog dengan sang menantu.

Bapak Mertua : Itu  tape ketan dari Cirebon kemarin , tp kamu jangan makan ya
Menantu : (dengan muka sedikit kecewa karena dilarang makan makanan kesukaannya) .. memang kenapa pak ?
Bapak Mertua : iya .. pokok nya jgn makan yg asam2, terus nanas juga ga boleh. Pokok nya yang 'panas'2 begitu.
Menantu : (langsung berpikir dan berkata dalam hati) jgn2 si Bapak sangka hamil, krn kebetulan ketika datang sang menantu mengenakan longdress Bali (busana yang sebelumnya tidak pernah dia punya)
Bapak Mertua : (meneruskan ucapan) soalnya nanti kalau makan2 seperti itu .... (lupa apa perkataan selanjut nya krn pikiran sang menantu sudah melayang kemana-mana )

Ya... itulah dialog yang terjadi antara aku dan Bapak Mertua tidak lama ketika baru sampai di Indramayu pas mudik lebaran kemarin (pastinya sesudah bersalam2an dan bermaaf2an donk).Terus terang, setiap aku mudik kerumah mertua memang selalu pertanyaan seperti .. Sudah telat belum neng eehhh kamu udah hamil belum ? yang muncul dari mertua, walaupun sudah dijelaskan bahwa aku sudah periksa ke dokter dan hasilnya baik2 saja, juga kita bilang bahwa kita selalu berusaha, berikhtiar dan sudah pasti berdoa kepada Allah SWT walaupun semua Qodar kita pasrahkan kepada Nya.

Walaupun sesaat setelah percakapan itu aku sempat 'blank' sehingga  tidak sempat menyangkal kalau aku belum hamil .. he he, namun kalau dulu sering meratap ke aa setiap mendapati mens,  (Alhamdulillah) saat ini aku sendiri sudah santai dengan pertanyaan2 mengenai kehamilan.

Beruntung diantara orang2 yang 'usil' bertanya kapan aku hamil, aku memiliki banyak saudara, teman dan sahabat yang masih peduli kepada ku. Pernah ada kejadian lucu yang membuat ku sangat terhibur dimana ketika aku mens dan memberitahukan ke aa, malah dia berucap Alhamdulillah. Langsung nanya dengan muka sedikit ngambek, kog malah dibilang Alhamdulillah... Dijawab, ya Alhamdulillah masih mens, berarti istri nya masih muda, coba kalau sudah tidak mens berarti sudah menopause

Selama ini aku juga belajar dari Uni Dian, sepupu ku yang baru diberi amanahNya setelah 9 tahun menikah. Malah suatu ketika pernah aku sharing ke uni Dian kalau ada teman ku yang bilang seperti ini ... Loe belum hamil juga ya ? Payah loe .. sini mau gue ajarin ga ?  .. Mau marah ga sih dibilang seperti itu dan melihat intonasi suara serta  mimik muka nya aku merasa dia sudah keterlaluan . Langsung si uni bilang kalau si Dika (adek nya yg notabene sepupu ku juga dan sama2 belum diberi keturunan) ditanya seperti itu pasti akan dijawab : Boleh,  tapi sini bini loe gue ajarin duluan ..

Judul tulisan kali ini juga aku pilih  karena memang keinginan setiap pasangan  (normal) yang sudah menikah untuk memiliki keturunan. Dan secara kebetulan menemukan sebuah forum di FB dengan nama yang sama.

Kenapa pasangan yang normal ? karena ketika reuni kecil teman2 SMA beberapa waktu yang lalu aku bertemu dengan teman yang sudah 6 tahun menikah dan belum dikaruniai keturunan. Ketika ditanya  (walaupun kehidupan nya sudah sangat mapan)  ternyata dia dan istri nya sampai saat ini belum ingin mempunyai keturunan dan untuk itu mereka sengaja ber KB.

Maaf sebelumnya kalau aku (dan bbrp teman ku) bilang tidak normal, karena menurut kita anak itu adalah rezeki dan anugrah luar biasa dari Allah SWT. Namun bukan berarti kita yang belum diberi anak berarti tidak mendapat rezeki. Karena keturunan itu adalah rezeki bagi mereka yang diberi titipanNya, namun buat yang belum diberi keturunan sudah pasti rezekiNya diganti dalam bentuk yang lain.

Hari ini pun aku mendapati status seorang teman (yang kebetulan sdh lama belum diberi keturunan) seperti ini :

.. banyak anak banyak rejeki,,, sedikit anak sedikit rejeki,,, gapunya anak gapunya rejeki... ~Gitu yaaaa???~


Ternyata memang masih banyak juga pendapat, komentar dan entah masih banyak hal-hal lain yang me nyudut kan pasangan yg belum mempunyai anak. Dan memang nya semudah itu untuk mempunyai anak ? karena tidak semua orang sama. Ada pasangan yang dinyatakan sehat oleh dokter tetapi tetap belum dikarunia keturunan karena memang belum waktu nya diberi olehNya.

Hampir sebagian besar pasangan yang ingin memiliki keturunan mengusahakan berbagai cara mulai dari berobat ke dokter hingga tidak sedikit yang pergi ke alternatif. Tapi justru karena sering disudutkan maka pasangan tersebut menjadi stress. Akibatnya kondisi fisik dan psikis mereka terpengaruh dan (mungkin saja) proses kehamilan menjadi terhambat.

Untuk itu maka aku ingin bilang bahwa walau belum diberi keturunan namun aku merasa beruntung karena Allah memberi ku rezeki berupa suami yang baik dan Insya Allah bisa menjadi imam buatku, orang tua yang selalu mengasihi ku dan memberi kekuatan disaat ku lemah, teman2 WK'ers tempat dimana kita semua bisa saling sharing dan menguatkan satu sama lain, juga saudara2 ku yang selalu mensupport.

Tulisan ini dibuat karena akhir2 ini aku banyak mendapati fakta bagaimana  orang masih  bertanya - tanya terhadap pasangan yang belum mempunyai keturunan, juga sekaligus sebagai motivasi untuk diri ku sendiri.

*Sebagian tulisan disadur dari salah satu majalah wanita dengan topik Aku Ingin Hamil*