Berawal dari perkenalan dengan seorang teman di dunia maya. Seperti biasa saling bertegur sapa, bertukar info dan pikiran. Dan sampailah dengan persamaan - belum mendapat jodoh di usia yang menurut sebagian orang sangat2 mengkhawatirkan
Suatu saat dia memberi info adanya sebuah mailing list (dimana dia salah satu creator nya) yang Insya Allah bisa menjadi tempat yang pas untuk para sahabat yang belum menemukan jodohnya , sesuai dengan syariah Islam dan tidak lupa meminta ku untuk turut bergabung.
Aku sempat menolak dikarenakan dalam beberapa bulan kedepan akan segera menikah dengan sang mantan pacar .. ehm ehm
yang berarti tidak sesuai dengan persyaratan milist tersebut. Namun dia terus menerus memintaku untuk bergabung. Katanya, walaupun aku tidak termasuk dalam kriteria namun bisa menjadi kontributor untuk memotivasi para member yang belum menikah..
.. yang sebenarnya hanya kebetulan saja karena dia tahu bagaimana proses perkenalan aku dengan si aa.
Ok .. aku pun mengajukan diri untuk bergabung sebagai member milist tersebut. Aturan sebagai member baru pastilah harus memperkenalkan diri kepada yang lainnya. Akhirnya aku tulis postingan pertama sebagai member, diawal paragraph tentu saja perkenalan identitas diri. Dan di akhir paragraph (seingatku - karena cari2 di inbox email ternyata sudah kehapus) aku tulis : " Untuk rekan2 yang belum mendapatkan jodohnya jangan putus asa, bla bla bla .. dan seingatku ada kalimat yang intinya : walaupun sudah berumur diatas xxx tahun, kalian jgn patah semangat .. bla bla bla ..
Tanpa menunggu terlalu lama datanglah balasan dari sang moderator. Yang intinya "Terima kasih telah bergabung dengan milist kami, namun sesuai dengan aturan umur yang berlaku maka dengan sangat menyesal mba Reni akan kami remove dari milist ini" .. Hihihi, ternyata mereka mengira umurku masih imut2
.
Aku mencoba untuk memberikan klarifikasi namun ternyata ketika mereply sudah tidak bisa alias sudah benar2 diremove dari milist. Akhirnya aku email temanku tersebut dan minta dia untuk mengklarifikasi ke milist. Teman ku minta maaf karena dia lupa memberitahukan tentangku kepada salah satu moderator. Dia pun langsung melakukan klarifikasi ke milist, dan tanpa diduga ternyata menjadi pembahasan yang cukup ramai disana
(temanku selalu menforward ke aku). Esok harinya, datanglah email permohonan maaf dari sang moderator dan meminta ku untuk bergabung kembali.
Waktu terus berlalu... Sayangnya, dengan adanya fasilitas grup di salah satu jejaring sosial maka semakin hari mailing list tersebut semakin sepi. Ditambah dengan kepindahan ku ke kota Bandung ini, maka semakin susahlah kesempatan untuk bersilaturahim secara langsung dengan para membernya.
Ditulis untuk berpartisipasi dalam rangka Ultah MP Cambai : Kisah Nyata Ditolak

Akhir-akhir ini aku sering mendapati status para sahabat disalah satu jejaring sosial tentang keluhan mereka dalam menghadapi kehamilan trisemester pertama. Bahkan ada yang berkata cukup hanya satu kali ini aja alias tidak bersedia hamil kembali karena merasa tidak sanggup menjalaninya. Menyalahkan berbagai pihak karena dianggap tidak ada yang bisa mengerti dan bertoleransi akan keadaan dirinya saat ini (padahal yang comment sebagian besar para wanita yang sdh mempunyai anak). Dan ketika yang berkomentar mengatakan untuk bersabar dan mensyukuri atas rezeki yang diterimanya, dijawab dengan kalimat yang agak 'sengit' kalau mereka semua tidak merasakan apa yang dia alami, kalau tidak seperti itu juga dia tidak akan mengeluh.
Begitu juga dengan sahabatku para ibu yang saat ini dikaruniai anak yang sedang aktif2nya. Mereka menulis status tentang bagaimana mereka menginginkan waktu yang lebih dari 24 jam, mengeluh tentang susahnya anak untuk diajak tidur ketika sudah tiba waktunya, mengeluh karena kehabisan akal agar supaya anaknya mau makan.
Tapi ketahuilah sahabat, jika kalian mengetahui bagaimana perjuangan kami yang belum dikaruniai keturunan, maka sudah pasti kalimat bersyukur yang akan keluar dari dalam lubuk hati karena kalian semua tidak perlu bersusah payah berikhtiar seperti kami.
Ketika datang ke dokter Spesialis Kandungan untuk pertama kali, kalian dengan senang dan semangat menyampaikan tentang keterlambatan haid kalian. Sedangkan kami ? ketika dokter menyapa dengan kalimat ' Ada yang bisa saya bantu ?' maka dengan menahan rasa haru kami mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangan kami.
Setiap menatap layar monitor USG, kalian dengan tidak sabar menanti nya karena saat itu merupakan kesempatan kalian berjumpa dengan calon buah hati. Sedangkan kami ? perasaan kadang tidak menentu. Apakah yang akan tampak dilayar nanti ? kondisi rahim yang sehat atau bejolan sejenis kista yang tampak.
Setiap kunjungan ke dokter dan sebelumnya melakukan pengukuran berat badan, kalian akan merasa senang karena apabila berat badan bertambah (Insya Allah) janin yang ada dalam kandungan juga bertambah berat badannya dan sehat. Sedangkan kami ? ada beberapa dari kami yang mengalami kenaikan berat badan, tapi itu semua karena reaksi dari obat-obat penyubur yang kami minum.
Tahukan kalian, bagaimana kami harus menata hati dan pikiran kami agar tegar ketika berada di ruang tunggu ? Karena mau tidak mau pemandangan yang kami jumpai hanyalah para calon ibu yang hendak memeriksakan kehamilannya, para bayi yang merasa nyaman bahkan tertidur lelap dipangkuan ayah bundanya, juga para balita yang aktif berlari kesana kemari.
Jika melakukan kunjungan kembali ke dokter Kandungan pada bulan berikutnya ? itu berarti kesempatan untuk mengetahui perkembangan kehamilan kalian. Sedangkan kami ? tidak sedikit dari kami pada akhirnya harus dengan berat hati menyampaikan bahwa haid kami ternyata datang dan itu berarti kami harus siap jasmani, rohani bahkan biaya yang tidak sedikit untuk pemeriksaan dan mengikuti program selanjutnya 
Buat sahabatku para ibu, ketahuilah bahwa masa2 perkembangan bayi dan balita merupakan kesempatan yang sangat berharga. Nikmati dan jalani dengan ikhlas kesempatan kalian merawat buah hati, karena setelah mereka dewasa kalian pasti akan merindukan masa2 tersebut.
Intinya kita harus terus bersyukur dan sabar atas semua yang telah ditakdirkanNya kepada kita semua. Keterlibatan dan saling mensupport antar anggota keluarga merupakan salah satu jalan terbaik untuk kita semua baik yang sedang menanti buah hati, yang sedang mengurus buah hati dan yang masih terus berikhtiar untuk mendapatkan buah hati.
Karena sesungguhnya kita adalah manusia biasa.
Gedebage, 25 Mei 2011
* Ditulis dalam usia pernikahan *

Dimana aku dan suami (Insya Allah) terus berikhtiar untuk mendapatkan keturunan
Mohon maaf apabila para sahabat ada yang tidak berkenan atas tulisan ini 

Dari beberapa pengertian Culture Shock yang ada disini, semua pada intinya sama yaitu rangkaian emosional yang dialami seorang individu ketika berada ditempat baru yang berbeda dari tempat sebelumnya (asalnya). CMIIWSiapa sangka, kepindahan ku ke Bandung ternyata membuatku harus turut merasakan culture shock bukan dilingkungan tempat tinggal namun di dilingkungan kerja
Sebelumnya, selama 12 tahun (xixi .. ketahuan udah tua) aku mengalami ritme kerja yang kadang-kadang harus berpindah dari satu gedung ke gedung yang lain dikarenakan posisi para pimpinan yang tidak selalu berada ditempat. Juga karena perusahaan menganut sistem struktur SDM yang ramping jadi kita sebagai sumber daya nya dituntut untuk bisa bersikap multitasking. Walaupun begitu kita menganggapnya sebagai sebuah bentuk kepercayaan dan tantangan, bukan sebagai beban.
Sedang disini ... aku harus duduk manis di kantor dan karena jenis usaha public service yang menuntut ketelitian sehingga struktur SDM nya lebih komplit dan terstruktur.
Karena stuktur yg lebih komplit dan rantai pekerjaan yang berhubungan satu dengan yang lain berakibat adanya jeda/waktu luang yang sangat panjang untuk bisa sampai pada tugasku, juga cara kerja yang sangat jauh berbeda sehingga tahap krisis pun muncul yaitu rasa marah, jenuh dan mengkritik sistem kerja seperti ini.
Aku mulai membandingkan cara kerja di lingkungan baru dengan tempat lama ku dahulu yang menurutku lebih efisien dan selalu tepat waktu 
TIDAK .... keadaanku tidak boleh terus seperti yang diuraikan disini .. Aku harus bisa mengatasi mengatasi semua ini. Aku tidak mau mengorbankan tubuhku sendiri .
Akhirnya aku memilih cara ku sendiri utk mengatasi hal ini 
- BERSYUKUR kepada Allah SWT ...Disaat masih banyaknya pengangguran, aku masih mempunyai pekerjaan sehingga bisa terus membiayai semua amanah yang dititipkan kepadaku. Alhamdulillah. Walaupun memang tidak seperti di Jakarta krn adanya perbedaan UMK, namun Insya Allah aku bahagia karena saat ini bisa mendampingi suami ku. Jalan keluarnya mungkin harus lebih giat promosi Dapur Rayya
( loh kog malah promosi.com)
- Sharing dengan orang terdekat. Dalam hal ini suami ku (makasih ya a' .. terlalu sering direpotkan istrinya, karena dibalik ketegarannya tetap saja seorang manusia biasa alias cengeng
)
- Membangun zona stabilitas. Alhamdulillah disini fasilitas internet sangat memuaskan, jadi aku bisa browsing segala macam resep yang aku mau, browsing tentang tips2 dan cara membuat kue, melihat cara mendekorasi kue dari youtube. Pokoknya berusaha memuaskan keingintahuanku tentang Baking.
- Berdamai alias kalau ada beberapa hal yang memang harus diperbaiki sistemnya aku coba utarakan langsung kepada GM disini, tentu saja tidak serta merta bisa langsung diperbaiki dan bahkan diterapkan. Namun setidaknya, uneg2 ku bisa keluar. Dan Alhamdulillah akhirnya aku bisa bertukar pikiran, pengalaman dan ilmu dengan beliau.
~ Gedebage 28 April 2011~berusaha menulis disaat menunggu pekerjaan datang
Gambar diambil dari sini ...

Berawal dari pulang kerja aku mendapati sebuah undangan yang diselipkan dibawah pintu. Ketika dilihat ternyata undangan pernikahan dari tetangga yang tinggal di blok lain. Berhubung belum mengenal semuanya kecuali tetangga terdekat (itupun jarang bertemu karena kesibukan masing2), maka setiap akan pergi belanja sayuran aku mencoba mencari letak rumahnya. Ternyata, letaknya dirumah tempat aku suka membeli sayur mayur. Akhirnya aku coba bertanya kepada mba penjual sayur dan memang benar. Dikarenakan si mba tukang sayur hanya menyewa lahan di garasi rumah itu, maka aku menghapal satu persatu orang yang keluar dari rumah tersebut dgn harapan ktk datang resepsi bisa memperkenalkan diri.
Tibalah saatnya menghadiri undangan, walaupun sebenarnya masih ragu untuk datang karena melihat kog tetangga kiri dan depan malah pergi. Wah bisa2 nanti kita bengong karena tdk ada yang dikenal.
Tunggu punya tunggu akhirnya ketika siang hari kita melihat ada beberapa orang (yang belum kita kenal) lewat depan rumah mau datang ke pernikahan, maka kita memutuskan untuk datang selain untuk menghormati juga dengan harapan siapa tau bisa kenalan dengan tetangga yang lain plus membuka silaturahim.
Sebelumnya juga aa sudah berencana nanti ketika bersalaman akan memperkenalkan diri. Namun ketika kita sampai disana, malah membuat bingung karena selain tidak ada satupun tetangga terdekat juga karena aku bingung kog wajah orang tua nya pengantinnya tidak familiar dengan yang aku lihat ketika berbelanja. Salahnya lagi, ketika dipersilahkan makan aku tidak bertanya kepada yang bertugas yang mana tuan rumahnya
Walhasil, akhirnya kita merasa seperti masuk ke undangan yang salah
dan itu merupakan undangan tercepat yang pernah kita datangi.

Setelah episode packing selesai maka keinginan membuka kembali Dapur Rayya langsung muncul setelah aku melihat semua baking tools.
Weekend pun tiba, dan tanpa basa basi langsung bermain2 dengan tepung, telur, dark cherry, whipcream dll. Namun ketika finishing, timbul ide mendekor dengan coklat yang di iris dengan serutan wortel/kentang *yang warna orange itu loch*, sekalian untuk uji coba karena belum pernah dipakai.
Sudah tahu sebelumnya kalau menghandle coklat di daerah dingin berbeda dengan di Jakarta. Namun entah mengapa melihat hasil serutan yang tidak sesuai (krn coklatnya mengeras) membuatku tambah penasaran ingin coba dan coba lagi. Tiba-tiba ...... tanpa sadar aku melihat darah mengalir dari ibu jari kanan ku ... yang artinya turut ke iris 
Spontan langsung meninggalkan semua peralatan dan coklat yang berlumuran darah, lari ke tempat cuci piring untuk membasuh tangan lalu lari ke kamar untuk mengambil perlengkapan P3K dan berusaha menghentikan pendarahan. Semua aku lakukan sendiri karena kebetulan aa lagi bermain bola.
Pas aa pulang, melihat istrinya terduduk lemas dengan tangan tertutup kapas dan secangkir teh panas di depannya spontan kaget, apalagi ketika aku suruh lihat di bak cuci piring, ternyata (maaf) ada sedikit irisan ibu jari plus kuku di parutan
Tapi tenang saja, setelah dibalut kain kassa kemudian aa membereskan sisa2 coklat, kita malah lanjut ke pasar untuk belanja mingguan *maklum pasar nya jauh*. Pulang dari pasar, aa bilang kalau dia aja yg masak. Berbekal buku2 resep ku jadilah hari itu kita menikmati sayur asam *yg bener2 asam krn asam nya kebanyakan
*, ikan goreng dan sambal terasi.
Istrinya ga mau kalah donk, walau dengan ibu jari yang sangat sakit tetap lanjut mendekor kue alias mensupervisi si aa untuk bantuin. Tarrraaaa ...
jadilah Blacforest yang penuh perjuangan ini *tapi coklatnya sudah diganti yang baru ya*
Akibat jempol tangan kanan terluka akhirnya rumah sedikit berantakan, terutama yg berhubungan dengan cuci mencuci. Di kantor juga tidak bisa menulis dan mengetik komputer tanpa menggunakan jempol. Selama beberapa hari pekerjaan RT dihandle aa, namun lama kelamaan aku yg tidak betah plus kasihan karena sdh kantornya jauh masih harus nerusin pekerjaan rumah. Akhirnya berusaha mencuci piring dengan tangan kiri, memasak selalu dengan ibu jari di angkat (pegel.com). Pokoknya semua fungsi ibu jari digantikan oleh keempat jari lainnya, walaupun pekerjaan menjadi lebih lama.
Dalam masa penyembuhan, tiba2 ada order dari salah satu teman di Bogor yang ingin memberi surprised cupcake untuk kekasihnya di Bandung. Rezeki pantang ditolak walaupun kondisi tangan blm memungkinkan. Karena harus menguleni plastic icing, jadilah tangan dipaksa untuk bekerja. Alhamdulillah akhirnya customer puas walaupun harus ditebus dengan tangan kanan (terutama ibu jari) yang sakit luar biasa selama 2 hari 
Disaat seperti ini membuatku tersadar bahwa harus selalu bersyukur karena Allah memberi nikmat anggota tubuh yang lengkap. Bagaimana tidak, diberi cobaan seperti itu saja membuatku sempat mengeluh karena sakit juga aktifitasku sedikit terhambat. Untuk itu makanya aku selalu takjub melihat orang yang dikaruniai anggota tubuh tidak lengkap namun semangat beraktifitas bahkan bisa berkarya sampai bisa memberi penghidupan kepada orang banyak.
Juga mungkin Allah 'menegurku' supaya semakin mendekatkan diri kepadaNya dan bisa berbuat sesuatu yang berguna untuk orang2 disekitarku.
Alhamdulillah, sekarang kondisi ibu jari ku sudah semakin membaik. Namun ... sekarang jadi bingung bagaimana cara memotong kuku nya nanti, karena meninggalkan satu bentuk ukiran 