
Berawal dari pulang kerja aku mendapati sebuah undangan yang diselipkan dibawah pintu. Ketika dilihat ternyata undangan pernikahan dari tetangga yang tinggal di blok lain.
Berhubung belum mengenal semuanya kecuali tetangga terdekat (itupun jarang bertemu karena kesibukan masing2), maka setiap akan pergi belanja sayuran aku mencoba mencari letak rumahnya. Ternyata, letaknya dirumah tempat aku suka membeli sayur mayur. Akhirnya aku coba bertanya kepada mba penjual sayur dan memang benar. Dikarenakan si mba tukang sayur hanya menyewa lahan di garasi rumah itu, maka aku menghapal satu persatu orang yang keluar dari rumah tersebut dgn harapan ktk datang resepsi bisa memperkenalkan diri.
Tibalah saatnya menghadiri undangan, walaupun sebenarnya masih ragu untuk datang karena melihat kog tetangga kiri dan depan malah pergi. Wah bisa2 nanti kita bengong karena tdk ada yang dikenal.
Tunggu punya tunggu akhirnya ketika siang hari kita melihat ada beberapa orang (yang belum kita kenal) lewat depan rumah mau datang ke pernikahan, maka kita memutuskan untuk datang selain untuk menghormati juga dengan harapan siapa tau bisa kenalan dengan tetangga yang lain plus membuka silaturahim.
Sebelumnya juga aa sudah berencana nanti ketika bersalaman akan memperkenalkan diri. Namun ketika kita sampai disana, malah membuat bingung karena selain tidak ada satupun tetangga terdekat juga karena aku bingung kog wajah orang tua nya pengantinnya tidak familiar dengan yang aku lihat ketika berbelanja. Salahnya lagi, ketika dipersilahkan makan aku tidak bertanya kepada yang bertugas yang mana tuan rumahnya
Walhasil, akhirnya kita merasa seperti masuk ke undangan yang salah
dan itu merupakan undangan tercepat yang pernah kita datangi.
Berhubung belum mengenal semuanya kecuali tetangga terdekat (itupun jarang bertemu karena kesibukan masing2), maka setiap akan pergi belanja sayuran aku mencoba mencari letak rumahnya. Ternyata, letaknya dirumah tempat aku suka membeli sayur mayur. Akhirnya aku coba bertanya kepada mba penjual sayur dan memang benar. Dikarenakan si mba tukang sayur hanya menyewa lahan di garasi rumah itu, maka aku menghapal satu persatu orang yang keluar dari rumah tersebut dgn harapan ktk datang resepsi bisa memperkenalkan diri.
Tibalah saatnya menghadiri undangan, walaupun sebenarnya masih ragu untuk datang karena melihat kog tetangga kiri dan depan malah pergi. Wah bisa2 nanti kita bengong karena tdk ada yang dikenal.
Tunggu punya tunggu akhirnya ketika siang hari kita melihat ada beberapa orang (yang belum kita kenal) lewat depan rumah mau datang ke pernikahan, maka kita memutuskan untuk datang selain untuk menghormati juga dengan harapan siapa tau bisa kenalan dengan tetangga yang lain plus membuka silaturahim.
Sebelumnya juga aa sudah berencana nanti ketika bersalaman akan memperkenalkan diri. Namun ketika kita sampai disana, malah membuat bingung karena selain tidak ada satupun tetangga terdekat juga karena aku bingung kog wajah orang tua nya pengantinnya tidak familiar dengan yang aku lihat ketika berbelanja. Salahnya lagi, ketika dipersilahkan makan aku tidak bertanya kepada yang bertugas yang mana tuan rumahnya
Walhasil, akhirnya kita merasa seperti masuk ke undangan yang salah