Wednesday, February 29, 2012

(Pregnancy Moment) Insya Allah 1,5 months to go

Insya Allah minggu ini sudah berumur sekitar 31-32w. 

Karena ngejar dr. Anita susah alias pas hari Sabtu kita datang ke RS. Emma Puradiredja ternyata beliau tidak dapat praktek karena ada seminar, trus hari Senin pagi telepon ke RSIA Hermina Pasteur untuk daftar, ternyata beliau sudah tidak praktek disana lagi  Akhirnya coba sms suster Ade alias asistennya dr. Anita, dibalas kalau hari Senin sekarang praktek di RS. Limijati. 

Tapi .... berhubung minggu kemarin itu tanggal sekarat dan dompet tidak memungkinkan untuk kontrol di Limijati, akhirnya diputuskan untuk kontrol ke bidan Okke di Galenia MCC aja, sekalian ninggalin jejak alias Rekam Medik, karena kan memang niat untuk melahirkan secara Gentle Birth disana.

 Pemeriksaan dengan bidan bedanya hanya di peralatan saja. Kalau di dokter sudah pasti dengan mesin USG yang bisa menunjukkan dengan jelas kondisi dalam kandungan, sedangkan di bidan hanya dengan rabaan tangan dan Doppler untuk menghitung detak jantung. CMIIW

Alhamdulillah ... katanya baby nya sehat dan detak jantungnya juga bagus (lupa berapa hitungannya). Cuma seperti biasa, karena karakteristik babynya yang memang aktif banget jadi sering buat bundanya merasa 'nikmat' banget perutnya alias sering kaku. 
Dan karena dari usia sekitar 28w sudah merasakan antara perut kaku/tegang  dan kontraksi palsu (Braxton Hick), maka semaksimal  mungkin harus dijaga supaya tidak terjadi kontraksi dini. Kalau Braxton Hick nya muncul yang harus dilakukan ya segera istirahat dan menarik napas dalam2.

Yang membedakan lagi adalah karena di Galenia kita sepakat menganut paham Gentle Birth, maka sudah pasti tidak dibekali dengan berbagai macam vitamin penunjang kehamilan. Hanya disarankan untuk memakan makanan yang bergizi dan bernutrisi cukup untuk kehamilan kita.

Yang pasti di usia segini perut semakin besar (tapi memang ini juga termasuk katagori kehamilan yang besar menurut orang2). Untuk memulai tidur sudah sulit mencari posisi yang pas, karena kalau tidak pinggang akan terasa sakit.

Insya Allah minggu ini akan kontrol lagi ke dr. Anita, karena selain memang frekwensi kontrol juga sudah 2 minggu sekali, juga ga sabar ketemu baby nya secara langsung (via USG tentunya)

Thursday, December 29, 2011

(Pregnancy Moment) Baby in 24 weeks



Insya Allah saat ini sudah mencapai usia 24 minggu.
Kenaikan berat badan ? ... o^o .... total kenaikan terakhir kontrol ternyata hampir 10 kg 
Tanya ke dokter, apakah terlalu berlebihan ? jawabnya tentu saja tidak alias masih dalam batas normal  .. sstttt tapi di foto ga keliatan kan gemuk nya

Kalau baca2 dari sini maka pada usia 24 minggu paru2 mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta.

Untuk persiapan hidup diluar rahim, paru2 bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantong udara tetap mengembang. Kulit bayi juga mulai menebal.



Saat ini pun aku sudah merasakan kenyamana
n dibanding bulan2 sebelumnya .. karena semua keluhan agak berkurang setelah ikut prenatal yoga. Hanya untuk posisi tidur saja yang sudah harus memakai beberapa bantal dan guling


Menurut artikel2 yang aku baca
, pada bulan ke 6 (enam) ini panjang bayi sekitar  28-38 cm dengan berat sekitar 680 gr dan mendekati 1 kg diakhir bulan.  Pada bulan ini indra pendengarannya terbentuk sempurna dengan jaringan otak yang semakin berkembang. Ia mengamati semua suara diluar rahim.  Makanya dianjurkan untuk sering2 memperdengarkan musik2 klasik atau ayat2 Al Qur'an bagi yang Muslim (aku prefer ayat2 Al Qur'an).

Mata sudah terbuka dan melihat sekelilingnya untuk pertama kali. Ia juga sudah membentuk pola tidur dan bangun. CMIIW.

Perkembangan baby ku sendiri gimana ya ?
Karena terakhir kontrol ke dr. Anita pas usia +/- 22w3d (entah kenapa beda RS dan mesin USG umurnya selalu berubah2),  jadi bisa terlihat disini :



GA : 22w3d
AC : 16,95 cm
Value : 495 gr

Dan menurut dr. Anita, semua perkembangan aku dan baby sejauh ini memuaskan alias termasuk normal dan sehat . Mudah2an saja bisa melahirkan secara normal. Aamiin ..


Sunday, December 4, 2011

Tentang Gentle Birth

Sebelum hamil , melalui salah satu grup  di fb yang sebagian besar member nya sedang berikhtiar memperoleh keturunan, aku mengenal salah satu web yang dikelola oleh seorang bidan di Klaten. Setelah membaca semua tulisan2 yang ada di web tersebut, aku langsung tertarik dan bisa turut merasakan betapa menyenangkannya proses hamil dan melahirkan itu. Bahkan mengetahui bahwa proses melahirkan yang dilakukan disana bersifat Gentle Birth.

Ketika (Alhamdulillah) hamil, tiba2 salah satu member di grup fb yang aku ikuti menceritakan pengalamannya ketika (saat itu) hamil, dan tak lama kemudian dia sharing proses kelahiran bayi nya secara waterbirth dan lotus birth dengan beberapa foto nya, membuatku makin tertarik mendalami apa yang dimaksud dengan Gentle Birth, juga memutuskan untuk bergabung dlm Gentle Birth Untuk Semua (GBUS).


Mungkin banyak yang bertanya2 apa sih Gentle Birth itu ? .. nah ini  copas pengertiannya dari grup tersebut.

Gentle birth bukan tentang melahirkan secara normal vs operasi. Gentle birth juga bukan berarti alergi terhadap intervensi medis. Gentle birth didasari keyakinan bahwa setiap perempuan memiliki potensi untuk menjalani proses melahirkan sealamiah mungkin, tenang, dan nyaman. Metode ini mengajarkan perempuan untuk menyatu, mempercayai isyarat tubuh, serta meyakini bahwa tubuh mampu berfungsi sebagaimana mestinya sehingga komplikasi bisa ditekan serendah mungkin, bahkan dihindari.

Agar kondisi tersebut dapat tercapai, ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi:
Pertama, melahirkan dipandang sebagai momen yang harus “dirayakan” dengan penuh rasa hormat, damai, dan sakral oleh semua yang terlibat di dalamnya. Untuk itu, aspek mental dan spiritual juga perlu diperhatikan.   Ibu diberi kesempatan untuk percaya, memberdayakan, dan memegang otonomi tubuhnya sendiri, sedangkan tenaga medis dan perlengkapannya bersifat membantu.

Kedua, adanya peran serta keluarga – terutama suami – untuk memberikan dukungan mental dan spiritual. Partisipasi aktif semacam itu akan membuat masing-masing pihak bertransformasi untuk “tumbuh dan berkembang” bersama. Karena bagaimanapun, proses kehamilan dan kelahiran sesungguhnya merupakan fase di mana orangtua “dibesarkan” menjadi pribadi yang lebih matang.

Ketiga, rasa mulas dan nyeri menjelang melahirkan dipandang sebagai mekanisme alamiah tubuh untuk membantu mengeluarkan bayi. Meskipun tetap ada, rasa nyeri tidak lagi dipandang sebagai rasa sakit yang perlu ditakuti atau dihindari.

Sedangkan waterbirth hanyalah salah satu cara metode persalinannya, selain dengan cara berjongkok atau duduk. Karena yang terpenting adalah proses persalinan secara vertikal alias mengikuti gaya gravitasi bumi. Sedangkan untuk pemotongan tali pusatnya dilakukan dengan metode Lotus Birth atau Delayed Clamping Cord. CMIIW.

Aku sendiri  sudah mendiskusikan dengan suami untuk penerapannya. Sejauh ini dia setuju dan juga ingin memberikan yang terbaik untuk istri dan anaknya, dengan satu syarat .. Persalinan tidak dilakukan dirumah ! .. karena takut tidak steril. 

Ok, tugas selanjutnya bagi kita berdua selaku orangtua adalah mencari tempat dan tenaga kesehatan yang sudah pro Gentle Birth atau setidaknya semi Gentle Birth. 

Sejauh ini sudah mewawancarai beberapa dokter dan juga berkunjung ke salah satu tempat yang Insya Allah  akan menerapkan konsep Semi Gentle Birth di Jl. Badak Singa 8 - Bandung.





Ini foto bersama Uci, salah satu member GBUS ketika kita melakukan survey ke tempat tersebut. Lihat deh, kamar perawatannya nyaman banget. Tempat dan lingkungan sekitarnya  memang hommy banget, serasa berada di rumah ^_^




Mudah2an saja alam semesta mendukung dan Qodar Allah yang terbaik untuk aku dan bayi sehingga  bisa melahirkan secara normal melalui metode Gentle Birth. Aamiin.

Karena :


"Persalinan adalah persembahan untuk bayi. Bayi akan lahir dengan waktunya sendiri. Dia sudah tahu kapan waktunya. Tubuh kita juga sudah tahu cara melakukannya. Jadi kalau mau gentle yang perlu kita lakukan adalah mengikuti 'maunya dia', bukan 'maunya kita' .." 
 

*Foto milik pribadi dan dari FB nya Galenia MCC*

Wednesday, November 23, 2011

Tuan Rumah Arisan

Akhirnya .. ,merasakan juga menjadi tuan rumah arisan
Setelah 3 bulan tinggal di kompleks perumahan, aku diajak untuk ikut arisan ibu2 di blok tempatku tinggal. Walaupun ketika itu arisan sudah berlangsung beberapa bulan, namun atas saran yang lainnya akhirnya aku ikut juga dengan catatan apabila nama ku yang keluar maka akan dihitung proporsional .. xixi .. kalau dihitung full nanti bisa tekor bendahara nya

Sebenarnya sudah 2x nama ku keluar, namun karena agak ga enak juga  baru ikutan kog sudah langsung dapat - maklum, kalau pas bagian ngocok kan banyak ibu2 langsung ramai, berharap dirinya yang dapat - maka akhirnya aku minta dilewatkan dulu saja. Lagipula karena setiap arisan akan dikocok untuk 2 orang, nah aku merasa (saat itu) masih belum akrab dengan ibu2 yang akan jadi partner tuan rumah arisan

Sebenarnya pengen juga bisa seperti mama, yang setiap ada acara dirumah selalu memasak sendiri menu utama nya , apalagi pengen juga kan memperlihatkan hasil2 karya memasak ku (yang selalu masih pake resep ) juga kue2 buatanku. Yah .. hitung2 numpang promosi Dapur Rayya .. xixi

Namun apa daya, ternyata kondisi kali ini masih belum memungkinkan untuk hal seperti itu, ditambah partner arisan ku  (sebut aja UMI) juga sedang hamil dengan umur kehamilan yang hampir sama plus dengan seluruh kenikmatan hamil muda yang sama pula ...

Belum lagi ketika aku main kerumah Umi untuk membahas segala sesuatu nya (maklum di rumahku blm ada piring, gelas, sendok dan garpu yang cukup untuk arisan)  tiba2 dia bilang kalau si bibi ART nya yang baru 2 hari kerja tiba2 sudah minta pulang dan suami nya yang memang kerja di kota lain tidak bisa pulang untuk minggu ini... langsung deh kebayang kerepotan dia krn sudah punya 2 orang anak yang masih kecil.

Jadi ... dengan terpaksa lah untuk kali ini kita sepakat memilih menu utama yang simple aja alias Bakwan Malang, itupun juga pesan ke orang lain ... Urusan snack ? Niat mau buat sendiri minimal 2 macam, tapi itupun ternyata tidak bisa kulakukan. Hanya satu macam kue saja yang sanggup kubuat, sedangkan sisa nya ... terpaksalah sesudah subuh
berdua dengan si aa dengan balutan jaket tebal meluncur kedaerah Buah Batu untuk membeli di Bursa Kue Subuh.

Urusan selesai ? .. sudah pasti belum. Karena malam sebelumnya rumah ku tiba2 kedatangan beberapa orang teman di Jakarta dan akhirnya menginap di rumah, jadilah aku juga harus membagi waktu untuk mereka. Apalagi karena sudah lama tidak bertemu dan juga kangen juga dengan cerita2 mereka di Jakarta ... Hiks, pdhl baru 3 bulan aku tidak ke Jakarta ..  Jadi dengan terpaksa aku bilang ke Umi tidak bisa bantu beres2 mempersiapkan rumahnya, karena  harus membawa teman2ku ke Pasar Kaget Metro untuk cari sarapan alias tuan rumah ga mau repot (untungnya snack yang aku buat sendiri sangat banyak sehingga bisa untuk camilan tamu2 ku juga)

Pulang dari Metro langsung aku buru2 merebus bihun yang akan menjadi tambahan menu Bakwan Malang, antar ke rumah Umi dan bantu2 dikit menyiapkan hidangan. Sesudahnya pamit pulang lagi untuk mandi krn waktu untuk arisan segera tiba.

Alhasil di tengah2 arisan aku dan Umi agak sedikit 'teler' karena kelelahan. Namun kita lega juga karena semua nya lancar. Bahkan akhirnya kita berdua bisa membuat peserta arisannya terbahak2 ketika mereka tanya Bakwan Malangnya enak, siapa nih yang buat ? kita jawab ... ya kita berdua lah, ga lihat apa sampai perutnya buncit begini .. ha ha ha .. padahal mah itu boleh pesan

Sayangnya ... moment pertama ini ga sempat ke foto - minimal makanan nya lah, karena selain karena dalam kondiri lelah juga agak malu juga kalau dibilang kog arisan begini aja difoto ... he he .. maklum, ibu2 disini bukan yang gila pose

Thursday, October 20, 2011

(Pregnancy Moment) ... Alhamdulillah ...

Berawal dari seringnya merasakan masuk angin di awal Ramadhan, yang semula aku pikir hanya disebabkan  kecapekan karena  sudah mulai menerima beberapa pesanan kue kering untuk lebaran.

Namun entah kenapa, 15 Agustus 2011 - tepat pagi hari disaat mens ku sudah telat 2 hari - ketika bangun pagi secara spontan aku langsung mengambil persediaan Test Pack (yang memang hanya ada 1) kemudian langsung ke kamar mandi dan mencelupkan Test Pack tersebut kedalam air seni ku (padahal malam sebelumnya tidak terbesit niat untuk melakukannya)

Perasaan saat itu masih biasa saja, namun ketika lambat laun mulai muncul tanda 2 garis kemerahan langsung saja menjadi spechless ... Alhamdulillah, penantian selama 2 tahun 2 minggu akhirnya datang juga   Benar2 mendapat Barokah yang luar biasa di Ramadhan kali ini.


Sesudahnya aku buru2 keluar kamar mandi dan memberitahukan aa yang ternyata sudah bangun dan menonton tv.

Malamnya langsung kita menuju ke klinik kebidanan terdekat untuk memastikan dan mengetahui lebih akurat lagi .. dan Subhanallah, kita lagi2 ga bisa bicara apapun. Apalagi ketika dokter mengatakan memang sudah terbentuk kantong kehamilannya.


Setelah pemeriksaan selesai maka untuk pertama kali  dokter memberi resep :
- Folamil Genio (vitamin)
- Cygest 400 (obat penguat kandungan)
- Provomer  (obat untuk anti mual)

Menjelang lebaran, kita putusan untuk periksa kembali (dan Insya Allah seterusnya) ke dr. Anita Deborah Anwar SpOg di Hermina Pasteur , sekalian bertanya apakah untuk lebaran kali ini kandunganku cukup kuat dibawa mudik sekaligus melihat perkembangannya.
Alhamdulillah,  hasil USG berikutnya menunjukkan adanya perkembangan diameter  kantong nya juga terlihat adanya titik kecil yang Insya Allah merupakan bakal janin.


Karena vitamin yang diberikan dokter sebelumnya masih cukup, maka oleh dr. Anita tidak diberi resep tambahan, dengan kata lain diteruskan saja sampai habis.

Mohon doa nya ya agar aku dan baby sehat terus dan lancar sampai persalinan nanti. Aamiin

Wednesday, August 24, 2011

(Ikhtiar) Rehat Sejenak Namun Tetap Berikhtiar

Bulan Juni pun tiba ... dan ternyata mens ku tetap datang
Ga masalah, tetap semangat

Apalagi bulan Juni bener2 membuat hari2 berdua kita penuh dengan keceriaan alias rumah kita selalu ramai karena silih berganti keluarga datang berkunjung dan menginap.

Pertama ... Kedatangan ponakan ku dan temannya yang akan mengikuti SNMPTN dan Ujian Ketrampilan di Bandung. Sampai2 setelah selesai ujian aku menahan ponakan ku  beberapa hari agar dia tidak langsung ke Jakarta (tempat ortu ku alias kakek n neneknya)

Kedua ... Tidak berapa lama rumahku kedatangan ponakan ku yang lain yaitu Raisa disertai kedua orangtuaku. Kalau yang ini bener2 bikin senang sekaligus terharu. Kog terharu ? pasti nya krn melihat aa setiap pulang kerja pasti yang dicari Raisa, trs langsung main2 berdua. Raisa pun begitu.. kalau sudah sore pasti dia lsg tanya2 "Ayah kog belum pulang"

Ketiga ... Sehari sebelum Raisa dan ortu ku pulang, datanglah mertua beserta kakak ipar dan anaknya. Bisa dibayangkan betapa ramai nya rumah (kontrakan) kecil kita. Dan yang pasti juga kebahagiaan bertambah.

Dan dibulan Juni pula kita memutuskan untuk istirahat sejenak dari Obgyn, selain karena sedang merasa jenuh juga sayang melewatkan moment2 istimewa bersama keluarga.

Tapi yang pasti kita tetap terus melakukan ikhtiar namun kali ini pilih cara2 alamiah aja, diantara nya :
- Masih tetap rutin minum Juice 3 Diva (campuran wortel, tomat dan apel malang)
- Minum air kelapa ijo setiap 3 hari sekali
- Minum minyak ikan

Pokoknya tetap semangat deh. Kalau salah satu dari kita berdua bosen, langsung deh saling kasih semangat .. Soalnya bayangin aja, tiap buka kulkas liat tumpukan wortel, tomat, apel. Trs liat ke tempat lain ada botol minyak ikan. Gimana ga bikin 'eneg' tuh

Tapi ... namanya juga Ikhtiar, jadi ya harus terus dijalanin kan