Sunday, February 27, 2011

Antara Sarijadi - Cipamokolan ...

Judulnya kayak lagu aja nih
Ceritanya pengen flashback alias mengenang perjalanan jauh menuju kantor selama +/- 1,5 bulan. Ternyata walaupun sebentar ada suka duka nya yang bisa jadi kenangan ... uhuy

Kenapa jadi kenangan ... karena terus terang di Jakarta aku jarang pakai motor utk jarak jauh alias kemana2 lbh banyak pakai kendaraan umum (padahal sih krn ga punya mobil juga.. he he). Dan disini kendaraan yang kita punya baru motor, jdnya perlengkapan perangnya banyak banget.  Dari mulai jaket tebal yang langsung aku beli beberapa krn jaket dari jakarta tidak berfungsi alias kurang tebal, sarung tangan, juga jaket + celana parasut kalau hujan . Ditambah lagi kotak bekal untuk makan siang di kantor, karena makanan terdekat  (menurut lidahku) kurang enak dan kasihan juga kalau menyuruh OB utk beli makanan yang rasanya lumayan .. karena jauuuhhh sangat

Konsekwensi nya pulang kantor harus belanja dulu di supermarket, malam mulai siapkan bahan
2 nya. Jam 4.30 WIB sdh harus bangun utk sholat subuh kemudian masak makanan utk makan siang kita berdua .. hemat beib . Untuk sarapan pagi kita pilih roti atau bubur kacang hijau (yang aku buat malam sebelumnya) aja supaya praktis. Pasti ada yang tanya kog belanja nya setiap hari, kenapa ga sekaligus aja ? jawabannya karena kita belum punya kulkas ... he he .. mau beli juga bingung mau taruh dimana krn sudah sempit. 

Jas hujan memang tidak setiap hari aku bawa krn lbh memilih lihat2 cuaca dulu. Kalau pagi hujan berarti harus dipakai trs dibawa pulang sama aa, sedangkan sore nya kalau memang mendung aku telepon aa utk bawa in jas hujan . Tapi pernah juga kejadian krn lihat cuaca (sore) di kantor cerah jadi ga minta dibawain jas hujan, pas sampai setengah perjalanan tiba2 hujan deras .. Nah kalau sudah begini kadang2 kita suka berteduh dulu, tapi suka juga langsung bablas menerjang hujan berduaan ..romantis khan. ha ha ha .

Karena perjalanan cukup jauh, kalau pas waktunya puasa senin kamis, aa kadang2 sudah membelikan makanan ringan untuk berbuka di jalan .. seperti donat, gorengan bahkan awug - makanan tradisional favoritku.. *beneran enak banget* .. Kalau sudah begitu, pas azan maghrib tiba kita berhenti dulu di depan 


utk membatalkan puasa sambil melihat anak2 muda yang nongkrong disana.

Soal pemandangan ... ga kalah indahnya *menurutku loch *. Menaiki jembatan layang Pasopati kita bisa melihat pegunungan Tangkuban Parahu dan beberapa pegunungan lainnya .. maaf ga ngerti namanya .. Selepas itu sudah pasti pemandangan khas kota besar alias motor, mobil dan angkot. Tapi ketika di Soekarno Hatta lagi-lagi kita disuguhi pemandangan yang indah .. maaf ya kalau norak, krn masih takjub aja lihat pemandangan seperti ini

Nah ketika memasuki daerah Cipamokolan... aku masih bisa menemukan sawah dimana-mana. Apalagi melihat sawah yang menguning
ditambah  melihat keuletan para petani yang sedang bekerja ... Subhanallah


Ini pemandangan depan kantorku, karena memang kanan kiri depan belakangnya masih persawahan... ngambil foto nya juga diam2 karena malu kalau ketahuan orang kantor.. xixi

Tapi ...  setelah 1,5  minggu aku pindah rumah ke Gedebage, suatu ketika aku melewati jalan2 tersebut (krn mau belanja ke Metro - Margahayu) dan  mendapati ada beberapa persawahan yang telah bahkan sudah diurug untuk dijadikan areal perumahan ..
Memang disini sedang marak pembangunan perumahan. Tapi kalau terus-terusan seperti ini, sudah bisa dipastikan Indonesia akan total mengimport beras dari luar negeri .. .

Gambar persawahan didepan kantor ku saja sebenarnya sudah ada tulisan DIJUAL.. hiks.. padahal saat ini melihat persawahan dan perbukitan dari balik jendela kantor adalah kegemaran baruku, apalagi kalau sedang suntuk menghadapi kertas-kertas dimeja.


Monday, January 24, 2011

Kehidupan Baru di Bandung

Alhamdulillah, sudah hampir 1 bulan ini aku tinggal di Bandung, dimana (Insya Allah) sudah mengakhiri suka duka LDR yang telah kita jalani selama hampir 1,5 tahun.

Untuk saat ini kita masih tinggal ditempat tinggal kita yang lama, dengan konsekwensi harus menempuh perjalanan yang cukup jauh (untuk ukuran kota Bandung) antara tempat tinggal dan kantor. Sebenarnya kalau di Jakarta jarak sejauh itu masih bisa ditolerir alias biasa aku jalani, namun untuk ukuran orang Bandung sudah terbilang cukup jauh, ditambah kondisi dan rute transportasi disini yang sangat berbeda sehingga memakan waktu yang cukup lama.

Pertama kali aku datang ke kantor pada akhir Desember 2010 yang lalu untuk perkenalan. Karena waktunya siang dan jam kerja sehingga aa hanya bisa mengantar setengah perjalanan. Itulah untuk pertama kalinya aku mencoba naik angkot sekaligus menghitung waktu tempuh dan rute perjalanan yang nantinya akan aku jalani. Ternyata .... perjalanan antara Cibogo Tengah (tempat tinggal saat ini) dengan Cipamokolan (kantorku) memakan waktu 2 jam lebih... ckckck . Hal itu disebabkan karena rute angkot disini yang luar biasa dan harus berganti sebanyak 4 kali ..

Akhirnya, karena kebetulan setiap pagi aa harus memberikan laporan di kantor Kawaluyaan maka bisa mengantar aku dahulu ke kantor. Namun untuk pulangnya kita bertemu di tengah2 perjalanan antara Kiara Condong - Gasibu. Sebagai konsekwensinya walaupun aku bisa berangkat lebih siang, namun si aa akhirnya berangkat lebih pagi untuk kemudian absen dahulu di kantor Setrasari, baru kemudian kita menuju kantorku di Cipamokolan dan sesudahnya aa langsung menuju kantor di Kawaluyaan *suami siaga*

Walaupun setiap hari perjalanan yang aku tempuh cukup jauh, namun aku menikmatinya. Hal ini disebabkan karena selain arah perjalananku yang melawan arus alias keluar kota, juga aku menikmati pemandangan dari bukit2 yang terlihat sepanjang perjalanan (suatu hal yang mustahil aku temukan ketika bekerja di Jakarta).

Target kita  bulan Februari sudah harus mendapatkan tempat tinggal baru yang lebih dekat dengan kantorku.  Sehingga bisa lebih efisiensi dalam hal waktu dan biaya


Wednesday, December 8, 2010

(LDR) ... Insya Allah akan berakhir :-)

Ketika Rasa Lelah Mendera
Ketika Rindu Terhalang Jarak
Ketika Dilema Membuat Menangis
Sampai Akhirnya Istikharoh menjadi sebuah keputusan

Awal Oktober 2010, setelah melalui proses istikharoh yang cukup lama, juga setelah pergulatan batin yang sulit untuk diungkapkan, aku membuat kesimpulan bahwa sudah tiba saatnya aku harus pindah ke Bandung (mengikuti suami) walaupun belum juga mendapatkan pekerjaan disana (alasan utama yang membuat kita harus LDR). Apalagi setelah kejadian aku dan ibu mertua yang jatuh sakit secara bersamaan, hal ini membuat niat ku semakin bulat.

Selain itu aku merasa akhir Oktober 2010 merupakan saat yang tepat untuk resign, karena  saat itu  RUPS Kantor (yang sudah sangat terlambat pelaksanaannya) telah selesai yang berarti bisa dibilang lunas juga tanggung jawab terbesar ku di kantor.

Ketika keputusan resign aku utarakan kepada 'seseorang', Alhamdulillah tanpa diduga beliau malah menawarkan mengisi posisi disalah satu perusahaannya yang berada di Bandung , yang tentu saja tawaran tersebut tidak tidak aku sia-siakan .

Mungkin memang ini jawaban atas setiap sholat malam dan doa yang kita berdua panjatkan kepada Allah SWT, juga saat yang tepat bagi-Nya untuk mengabulkan salah satu permintaan kita tersebut.

Walaupun begitu, ternyata tidak mudah bagiku untuk langsung resign karena pihak direksi ternyata sangat berat untuk seketika itu juga mengabulkan. Aku diminta menunggu sampai akhir tahun, selain karena perusahaan baru saja mengalami pergantian direksi juga mereka ingin sampai ada pengganti dimana aku juga harus mengajari terlebih dahulu.

Dan Insya Allah awal Januari 2011 nanti, aku sudah hijrah dan menjadi penduduk kota Bandung . Namun .. ternyata agak berat dan sedih juga harus berpisah dengan kedua orang tua juga kota Jakarta yang menjadi tempat tinggal ku sejak lahir . Apalagi ketika keputusan ini disampaikan kepada kedua orang tua ku, sampai2 aku meminta si aa yang berbicara kepada mama dan papa karena aku tidak sanggup menyampaikannya sendiri.

Sekarang yang masih menjadi kendala bagi kita berdua adalah masalah tempat tinggal. Karena lokasi kerja aku nanti sangat jauh dari tempat tinggal kita saat ini maka kita harus mencari tempat tinggal yang baru yang lebih dekat.  Sudah lebih dari 1  bulan, setiap hari libur kita mondar mandir untuk mencari tempat tinggal di seputaran Margahayu, Ciwastra dan Riung Bandung, namun belum membuahkan hasil juga

Memang .. masalah tempat tinggal (seperti kata orang) bisa dibilang 'cocok cocok 'an., karena sudah beberapa rumah kita datangi namun hati ini masih belum sreg untuk menjatuhkan pilihan. Mudah2an saja sebelum akhir tahun ini kita bisa segera menemukan tempat tinggal yang sesuai dengan pilihan kita .. Amin


Thursday, October 28, 2010

(LDR) Dilema

Trio Sujadi diantara dua orang yang kucintai.....

October 22 at 8:29am · ·


Ketika jarak terbentang, ingin rasa nya membuat jarak tersebut terasa dekat.
Ketika waktu terasa makin panjang, ingin rasa nya membuat  berlari kencang.
Ketika jiwa dan raga berjauhan, ingin rasa nya selalu berada disisi mereka berdua.
Dan ketika berada disisi mereka berdua, ingin rasanya waktu berjalan perlahan.

Mungkin itulah yang dirasakan oleh suami ku ketika mendengar khabar bahwa aku dan mertua jatuh sakit secara bersamaan.  Dia berterus terang, dengan keterbatasan waktunya merasa dilema ketika menghadapi semua ini. Waktu yang dia punya tidak cukup untuk menemani kami berdua yang sakit dikarenakan tempat tinggal kami bertiga yang berlainan kota.

Aku tahu, walaupun aku istrinya namun aku tidak mempunya hak apa2 dibandingkan ibunya dan itu sudah ditetapkan dalam agama yang aku anut. Namun dikala sakit aku ingin suami ku berada disisiku. Jujur .. walaupun bibir ini membolehkan suamiku menjenguk ibunya namun perasaan iri sempat hinggap dihatiku.

Akhirnya ... dengan segenap cinta yang dimiliki olehnya dan diantara keterbatasan waktu yang dia punya. Dia bisa mengunjungi kami semua.. Wanita2 yang sangat dia cintai

Trio Sujadi saatnya menjalani giliran mengunjungi salah satu wanita yg kucintai....

October 24 at 8:43am · ·


Ya Allah ... aku selalu berdoa kepada-Mu ... Berilah petunjuk dan jalan keluar yang terbaik bagi hamba dan suami hamba, sehingga kami bisa berkumpul bersama guna membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah .. Amin

Monday, September 27, 2010

(Jilbab Pertama ku) Ketika Hidayah itu Datang

Sejak kecil aku sudah tahu bahwa salah satu kewajiban seorang wanita Muslimah adalah menutup aurat nya, apalagi aku berasal dari suku yang mayoritas sangat kuat nilai agama Islam nya sehingga memakai jilbab bukan merupakan suatu hal yang asing.

Namun entah mengapa kesadaran ku hanya sebatas menutup tubuh ku saja, tidak kepala ku. Ya... di saat anak2 remaja seumur ku ber modis ria dengan pakaian yang membentuk tubuh, aku lebih memilih mengenakan pakaian lengan panjang, sampai-sampai ketika ulang tahun teman-teman kuliah ku menghadiahi sebuah kaos ketat tangan pendek karena menurut mereka aku cocok berpakaian seperti itu

Orang tua ku memang menyuruh aku untuk segera menutup kepala ku, namun bukan berarti mereka dengan keras melakukannya. Secara sabar mereka selalu mengingatkan, memberitahukan dalil2 perintahNya namun semua itu dikembalikan kepada ku. Mereka hanya bilang selalu berdoa agar aku cepat diberikan hidayahNya dan mengingatkan kalau bisa aku mengenakan jilbab ditempat2 yang sudah semesti nya apalagi ketika bersama mereka. Jadi (selain ke pengajian) setiap bepergian dengan keluarga dan kami mampir ke sebuah masjid untuk sholat maka otomatis aku langsung mengenakan jilbab yang selalu tersimpan di dalam tas .

Sesudah lama perang bathin dalam hati ku untuk mengenakan jilbab akhirnya mendekati akhir tahun 2001 aku berniat mengenakan jilbab diawal tahun 2002. Niat itu hanya aku simpan sendiri saja karena aku ingin memberikan surprised pada orang tua ku. Namun ... tiba-tiba teman-teman kuliah ku ingin mengadakan liburan keluar kota di akhir tahun. Sudah mati-matian aku menolak untuk tidak ikut acara mereka karena  ingin menenangkan diri sekaligus mempersiapkan diri untuk niat ku tersebut maka semakin gigih pula mereka meminta supaya ikut. Akhirnya salah satu sahabat terdekat ku menanyakan kenapa aku menolak dan aku jelaskan pula alasan nya juga  meminta dia untuk merahasiakannya. Namun karena mereka ingin ada nya kebersamaan setelah beberapa tahun berpisah, akhirnya aku ikut juga.

Bisa ditebak... liburan yang seharus nya untuk bersenang2, refreshing melepaskan segala rutinitas yang ada, tidak bisa aku nikmati karena pikiran ku tiba2 merasa goyah..... Selama liburan entah kenapa aku berpikir kembali "Apakah Awal tahun 2002 nanti memang sudah saat nya untuk ku dan apakah aku sudah siap ?"  Ya Allah ... hal-hal duniawi kembali merasuki diri ku Sampai sehari sebelum tahun baru pun aku masih berjalan-jalan dengan teman-teman ku.

1 Januari 2002,
aku sengaja berdiam diri di rumah selain untuk menenangkan diri juga untuk memantapkan kembali niat ku.

2 Januari 2002,
kebiasaan ku memang sarapan pagi dahulu baru kemudian bersiap untuk berangkat ke kantor. Dan di saat sarapan aku memang hanya mengenakan pakaian rumah sehingga orang tua ku masih belum tahu juga rencana ku. Ketika akhirnya aku turun (lagi) ke lantai bawah rumah mungilku untuk berpamitan  kepada orang tua ku, seketika mama langsung sujud syukur kepada Allah setelah itu memeluk ku dan menangis. Papa langsung berucap Alhamdulillah, karena merasa senang akhirnya anak nya mau mengenakan jilbab.

Sesampai di kantor, Alhamdulillah respons nya juga sangat baik bahkan semua juga mendukung ku. Yang sudah pasti kaget tentu saja teman-teman kuliah ku dulu. Ya ... karena sore hari nya kita sudah janjian untuk berkumpul kembali guna melihat foto-foto liburan. Walaupun sudah pasti kaget karena perubahan drastis dalam penampilan ku tapi mereka senang dan mensupport karena diantara mereka baru aku yang (ketika itu) mengenakan jilbab.

Alhamdulillah .. hingga saat ini aku selalu berdoa agar aku bisa selalu menjalankan kewajiban-kewajiban ku seorang seorang muslimah sejati di mata Allah.

*Tulisan ini (walaupun masih jauh dari sempurna) aku buat untuk berpartisipasi dalam Lomba Menulis "Jilbab Pertama" yang diadakan oleh uni Dian *